Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Meski Berjaya di Pencak Silat, Adinda Tak Pernah Melupakan Pendidikan

Senin, 14 Mei 2018

Adinda Mawaddah. (Foto:Maya/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Saat ini, banyak generasi muda mulai melupakan kebudayaan daerahnya. Hal itu merupakan imbas dari derasnya arus globalisasi dan westernisasi yang terus menerus mengerogoti generasi muda bangsa.

Meski demikian, ada juga anak muda yang masih mencintai warisan budaya daerahnya. Bahkan, sekarang malah bisa mengukir prestasi membanggakan. Setidaknya, inilah yang dialami Adinda Mawaddah. Gadis tomboy berhijab dan murah senyum ini menekuni kesenian pencak silat. 

Wanita kelahitan Medan, Sumatera Utara, 24 Januari 1998 ini mengaku mengenal pencak silat saat kelas V SD. Ini merupakan salah satu ekstrakurikuler di sekolahnya dan membuat  anak ke-2 dari 3 bersaudara itu tertarik untuk mencobanya. 

Menurut Adinda, saat itu banyak sekali kasus kekerasan dialami wanita. Karena itulah, berlatih pencak silat menjadi alasannya untuk menjaga diri. Namun dari alasan sederhana itulah yang kemudian membawa Adinda tahun 2008 mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta. 

Ini merupakan perlombaan pencak silat pertama yang Adinda ikuti. Alhasil, siapa sangka di perlombaan pertama tersebut Adinda mendapatkan juara 3. "Pertama ibu mengetahui saya mengikuti pencak silat, beliau sangat tidak mendukung. Saat itu, beliau merasa tidak ada manfaatnya mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi saya seorang wanita dan tidak seharusnya mengikuti kegiatan keras seperti itu," kenang Adinda melalui keterangan tertulis yang diterima FokusRiau.Com, Senin (14/5/2018). 

Namun dengan tekad dan semangat kuat, Adinda membuktikan kepada ibunya bahwa kegiatan yang diikuti memiliki dampak postif dan tidak seperti pemikiran ibunya selama ini.

Pembuktian tersebut ditunjukan melalui beberapa prestasi yang diraihnya. Sampai sekarang sudah hampir 40 medali dikoleksinya dari berbagai ajang, baik medali emas, perunggu maupun perak. 

Berbagai pertandingan diikuti, seperti Kejurda Tapak Suci Antar Perguruan. Dimana Adinda meraih dua medali emas, kemudian juara dua di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah, juara 1 Pekan Olahaga Nasional Remaja di Jawa Timur dan sebagainya.

Tahun 2017 Adinda menjadi perwakilan dari Universitas Sumatera Utara di ajang Asian Inter University Championship yang berlangsung di Thaksin University, Songkhla Thailand. "Saat itu, saya meraih juara 2. Pencapaian membanggakan yang membawa nama Universitas Sumatera Utara ke kancah Internasional," ujarnya. 

Belum lama ini, menurut Adinda, dirinya menjadi juara 1 di Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara untuk kategori Tanding Kelas C Putri.
 
Sementara berbicara mengenai pendidikan, Adinda tak kalah saing dengan temannya. Di tengah kesibukannya sebagai atlet pencak silat, tidak membuat Adinda melupakan kewajibannya sebagai mahasiswi Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Sumatera Utara. 

Ini dapat terlihat dari IP Adinda yang tidak pernah di bawah 3.00. Kuncinya, memanage waktu agar seimbang antara pencak silat dan kuliah. Tidak hanya itu, Adinda juga aktif mengikuti organisasi di dalam ataupun di luar kampus. 

Saat ini Adinda menjadi anggota di resimen mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan juga anggota Himpunan Mahasiswa Pertanian USU. Kecintaannya terhadap pencak silat membuatnya bisa menjadi seorang guru honorer di salah satu SMA kota Medan, yaitu SMA 1 Muhammadiyah Medan. (*)

 

  
Penulis : Maya Wandani
Editor : Boy Surya Hamta 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus