Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Meski Libur Lebaran, Satgas Terus Siaga Antisipasi Peningkatan Karhutla di Riau

Rabu, 13 Juni 2018

Kepala BPBD Riau Edward Sanger. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Satgas Karhutla terus mengantisipasi adanya peningkatan jumlah titik api sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat libur Lebaran berlangsung.

Kepala  BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, liburan merupakan salah satu kesempatan favorit pelaku untuk membuka lahan pertanian maupun perkebunan baru dengan cara membakar. "Untuk itu, saat semua libur Lebaran kami tetap bertugas dan fokus, baik patroli pencegahan hingga penanggulangan," kata Edwar di Pekanbaru, Rabu siang.

Dijelaskan, kasus kebakaran lahan di Riau cenderung meningkat sepanjang momen liburan. Mereka yang mayoritas warga pendatang membuka lahan dengan cara membakar disaat petugas dianggap lengah dalam melakukan patroli.

Hal itu diakui Edwar, sebagai salah satu tantangan yang harus dihadapi Satgas Karhtula yang terdiri dari berbagai instansi mulai dari TNI, Polri, BPBD, Pemprov Riau, BMKG hingga elemen masyarakat peduli api tersebut.

Bahkan, beberapa hari menjelang libur lebaran atau dalam sepekan terakhir, BMKG mendeteksi lonjakan titik-titik api yang mengindikasikan Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

Menurut Edwar, hal itu tidak lepas dari kembali maraknya aksi pembakaran lahan yang diperparah dengan kondisi cuaca terik dengan penurunan curah hujan sepanjang Juni 2018 ini.

Dalam sepekan terakhir, BMKG menemukan titik api baru yang bermunculan di sejumlah daerah, terutama di wilayah pesisir Riau. BMKG memprediksi, Riau kembali memasuki musim kemarau fase ke dua Juni 2018. Karena itu, Pemprov Riau memperpanjang status siaga darurat Karhutla sampai 30 November mendatang.

Tercatat, seluas 1.870,96 hektare lahan di Riau sudah hangus terbakar dalam lima bulan pertama 2018. Dimana lima kabupaten di antaranya mengalami kebakaran dengan luas di atas 100 hektare.

Kebakaran terluas terjadi di Kepulauan Meranti yang mencapai 896,61 hektare. Setelah Meranti, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah ke dua dengan luas lahan terparah yang hangus terbakar sepanjang musim kemarau periode pertama 2018 dengan total lahan mencapai 345,5 hektare.

Kabupaten Siak menempati posisi ke tiga dengan luas lahan terbakar mencapai 131,5 hektare, selanjutnya diikuti Kabupaten Indragiri Hulu 128,5 hektare serta Kota Dumai 120 hektare. (*) 



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus