Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Minta Pembebasan Aktivis, Sejumlah Masyarakat Tapung Datangi Mapolres Kampar Riau

Minggu, 02 Juni 2019

Masyarakat mendatangi Mapolres Kampar. (Foto:Tribunpekanbaru)

KAMPAR-Sejumlah masyarakat dari Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat malam melakukan aksi demo ke Mapolres Kampar. Kedatangan masyarakat ini menuntut pembebasan salah seorang warga desa tersebut yang ditahan Polres Kampar.

Salah seorang masyarakat yang ditahan Polres Kampar tersebut bernama Dabson, warga Desa Koto Aman. Dabson diketahui salah seorang aktivis dan penggerak masyarakat Desa Koto Aman yang berjuang mendapatkan hak atas lahan masyarakat yang dianggap diserobot PT SBAL.

Perwakilan dari masyarakat yang menggelar aksi Anton mengatakan, maksud kedatangan masyarakat ke Mapolres Kampar untuk mempertanyakan alasan kenapa rekannya ditahan. Dia menilai penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian tidak jelas. "Kita sebagai masyarakat dan rekan seperjuangan dari Dabson tidak terima rekan kami ditangkap begitu saja," ujarnya.

Saat kejadian, kelompok masyarakat ini sempat hendak bermalam di Mapolres. Kapolres AKBP Andri Ananta Yudhistira, Sabtu (1/6/2019) membenarkan adanya sekolompok masyarakat yang datang sehabis maghrib ke Mapolres Kampar, Jumat kemarin.

"Kedatangan mereka untuk menuntut pembebasan saudara Dapson selaku Aktivis (Korlap) aksi masyarakat Desa Koto Aman dalam permasalahan sengketa lahan dengan pihak PT. Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL)," katanya.

Dijelaskan, Dabson memang beberapa jam sebelum masyarakat melakukan aksinya ditangkap oleh Satuan Reskrim Polres Kampar. Penangkapan dilakukan karena telah dua kali dilakukan pemanggilan untuk pemeriksaan namun yang bersangkutan tidak memenuhinya, sehingga dilakukan upaya paksa.

"Saat melakukan upaya paksa penyidik sudah memperlihatkan surat perintah tugas, surat perintah penangkapan dan menyerahkan surat perintah penangkapan kepada Kuasa Hukum dari Dabson," ujarnya.

Dalam pemanggilan tersebut, Dabson dipersangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berdampak pada perbuatan pidana lainnya, serta pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan yang secara melawan hukum memaksa orang lain melakukan sesuatu dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan.

"Saat ini tim penyidik Polres Kampar masih melakukan pemeriksaan terhadap Dabson atas dugaan tindak pidana yang dilakukannya ini, kami berharap agar yang bersangkutan bisa koperatif dalam pemeriksaan ini supaya proses cepat selesai," tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Dia juga berharap, masyarakat dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan ini. (*)





 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus