Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Mitos atau Fakta: Menyusui Bisa Bikin Payudara Kendor, Temukan Jawabannya!

Kamis, 01 Agustus 2019

Ilustrasi ibu menyusui. (Foto:LineToday)

PEKANBARU-Meski manfaat menyusui bagi anak dan juga ibu telah banyak diketahui, namun masih ada saja mitos mengenai Air Susu Ibu (ASI) dan proses menyusui yang beredar di masyarakat. Hal ini tidak jarang membuat sebagian orang kemudian jadi berpikir dua kali ketika ingin memberikan ASI.

Beberapa kabar yang kerap beredar, menyusui bisa mengubah bahkan merusak bentuk payudara. Selain itu beredar juga soal payudara kecil yang menghasilkan ASI lebih sedikit. Namun, benarkah semua itu? 

Dilansir laman Mustelausa, berikut ini 5 mitos tentang menyusui yang harus Anda ketahui. 

Menyusui merusak bentuk payudara
Anggapan ini hanya mitos. Ternyata menyusui tidak akan merusak bentuk payudara Anda. Payudara akan tumbuh saat  berat badan bertambah dan setelah melahirkan (akibat produksi susu). 

Menyusui bayi di malam hari lebih mudah
Fakta. Ternyata menyusui bayi di malam hari memang membuat menyusui lebih mudah. Menyusui di malam hari akan membantu Anda mempertahankan persediaan ASI yang cukup. Jika terlalu lama menyusui, produksi susu dapat melambat dan bahkan berhenti. Ini bisa menyulitkan untuk memulai menyusui di pagi hari ketika bayi telah siap untuk menyusu lagi. 

Selain itu, sebagian besar bayi yang baru lahir perlu menyusu di malam hari dan tidak akan benar-benar tidur sampai enam bulan atau bahkan dua belas bulan.  

Payudara kecil tak menghasilkan banyak ASI
Mitos. Kelenjar susu memiliki ukuran yang sama untuk semua wanita. Perbedaan ukuran payudara lebih berkaitan dengan kandungan lemak daripada kemampuan menghasilkan susu. 

Bayi kurus karena kualitas ASI tak baik?
Mitos. ASI tidak pernah buruk, jika bayi Anda tidak bertambah gemuk atau produksi ASI Anda menurun, jangan khawatir. Itu bukan karena kualitas ASI Anda yang memburuk. 

Menyusui bikin susah diet
Mitos. Produksi susu adalah proses yang intensif kalori. Dengan demikian, menyusui sebenarnya dapat membantu  membakar sebagian besar kalori yang Anda konsumsi dalam sehari. Saat menyusui dilakukan bersamaan dengan diet sehat, Anda bisa menurunkan berat badan yang Anda dapatkan selama kehamilan jauh lebih cepat.

Saat menyusui, Anda tak akan bisa hamil?
Mitos.  Meskipun hormon yang berhubungan dengan menyusui menekan ovulasi, seorang masih mungkin untuk hamil secepat tiga minggu setelah kelahiran. Kebanyakan dokter menyarankan untuk tidak melakukan hubungan seks sampai setelah enam minggu. 

Mereka juga menyarankan menunggu setidaknya satu tahun setelah kelahiran untuk hamil lagi. Kedua rekomendasi ini memberi tubuh kesempatan untuk sembuh dan memastikan bahwa itu tidak bekerja terlalu keras dengan mencoba merawat bayi yang baru lahir sambil memberikan nutrisi pada janin yang sedang tumbuh. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus