Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

MT Serena Bukan Milik Pertamina, Penyeludup akan Ditindak

Rabu, 30 Januari 2013


BATAM-Setelah didera pemberitaan panas mengenai tertangkapnya penyelundupan solar ke Singapura melalui perairan Batam, PT Pertamina (Persero) membantah kapal MT Serena 2 bukanlah kapal milik perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan, perusahaan penyedia kapal yang terkait aksi tersebut akan segera ditindak.

VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir melalui keterangan resminya menyatakan, kapal MT Serena 2 adalah unit charter yang merupakan kapal reguler angkutan BBM dari Terminal BBM Tanjung Uban/Sambu ke Depot BBM Pontianak. Kapal tersebut dicharter dari perusahaan penyedia kapal PT SKR.

"MT Serena 2 bukan kapal milik Pertamina, tapi kapal yg dicharter Pertamina dari PT SKR. Kami juga klarifikasi, minyak Solar yang dibawa bukan BBM bersubsidi karena statusnya masih milik Pertamina sehingga tindakan ini sangat merugikan perusahaan," katanya, Rabu (30/1)
.
Kapal MT Serena dengan muatan bahan bakar jenis solar berkapasitas 23.684 KL tersebut bertolak dari Pulau Sambu pukul 18:15 WIB, tujuan Pontianak. Kapal tersebut ditangkap bea cukai di perairan Batam. 

Sebelumnya tim Satgas BBM subsidi yang terdiri dari Bea Cukai, Polisi Perairan, dan BPH Migas telah mengamankan Kapal Zenena yang menyelundupkan 600 ton solar ke Kapal Cahaya berbendera Singapura. Tudingan mulai mengarah ke PT Pertamina (Persero) setelah petugas menemukan adanya dokumen dan bedera Pertamina di kapal tersebut.

Karena itu, menurut Ali, Pertamina akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam pencurian ini. "Pertamina akan menindak tegas perusahaan penyedia kapal dengan memasukkannya dalam daftar hitam untuk tidak diperbolehkan mengikuti tender charter kapal di Pertamina."

Upaya penindakan nantinya akan dilakukan melalui koordinasi bersama BPH Migas, Bea Cukai, Kepolisian Perairan Batam dan aparat terkait lainnya. BUMN ini juga legowo menyerahkan kasus tersebut ke penegak hukum yang berwenang. (ded)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus