Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Kamis 17 Mei 2018, Bagaimana dengan Kemenag?

Senin, 14 Mei 2018

Hilal Puasa Ramadhan. (Foto: Darkroom.baltimoresun.com)

PEKANBARU-PP Muhammadiyah sudah mengeluarkan pengumuman awal Ramadhan 1439 Hijriah.  Berdasarkan hasil hisab yang dilakukan, secara resmi Muhammadiyah mengumumkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh, Kamis (17/5/2018) mendatang.

Artinya, Rabu malam sudah berlangsung salat tarawih. "Berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis 17 Mei 2018," kata Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas kepada media di Aula Kantor lantai 3 Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (14/5/2018).

Pengumuman tersebut berdasarkan maklumat Pimpinan Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2018 tanggal 9 Maret 2018 berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid. Dari hasil hisab tersebut dihasilkan dan telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 17 Mei 2018 dan 1 Syawal 1439 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Jumat, 15 Juni 2018. Sementara 10 Dzulhijah 1439 H jatuh pada hari Rabu, 22 Agustus 2018.

Dalam penetapan ini, Muhammadiyah menggunakan dasar pedoman yang diyakini Muhammadiyah, yakni dengan 3 syarat penentuan. "Penentuan ini sudah menggunakan pedoman yang Muhammadiyah gunakan dan telah memenuhi tiga syarat yang ditentukan," katanya. 

Dengan adanya juga penetapan 1 Syawal 1439 H (Idul Fitri) jatuh pada Jumat, 15 Juni 2018, maka tahun ini umat Muslim akan berpuasa selama 29 hari. 

Sementara itu, Kementerian Agama baru akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Ramadan 1439 Hijriah. Rukyatul Hilal akan dilaksanakan, Selasa (15/5/2018) mendatang pada 95 titik pemantauan yang tersebar di 32 Provinsi di Indonesia.

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Ramadan akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Ramadan 1439 Hijriah," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) A Juraidi di Jakarta, Selasa (8/5/2018) lalu.

Menurutnya, sidang itsbat akan dihadiri duta besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

"Sidang itsbat merupakan wujud kebersamaan Kementerian Agama selaku Pemerintah dengan Ormas Islam dan instansi terkait dalam mengambil keputusan, yang hasilnya diharapkan dapat dilaksanakan bersama," ujarnya.

Proses sidang akan dimulai pukul 16.00 WIB, diawali dengan pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal menjelang awal Ramadan 1439H.

Adapun proses sidang itsbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan. "Sidangnya tertutup, sebagaimana itsbat awal Ramadan dan awal Syawal tahun lalu. Hasilnya disampaikan secara terbuka dalam konferensi pers setelah sidang," sambungnya. (*)



Editor : Boy Surya Hamta
Sumber : Tribunjogja.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus