Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Pada 15 Juni 2018, Kemenag Kamis Pantau Hilal

Selasa, 12 Juni 2018

Putusan Muhammadiyah 1 Syawal pada 15 Juni 2018. (Foto:Twitter)

PEKANBARU-Muhammadiyah telah resmi menetapkan 1 Syawal 1439 Hijriah pada hari Jumat 15 Juni 2018. Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama, baru akan melakukan pemantauan hilal, Kamis (14/6/2018) lusa.

Ketetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/1.0/E/2018 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 Hijriah.

Dalam surat ketetapan dijelaskan, awal Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dari penghitungan (hisab), tinggi bulan pada hari Kamis 14 Juni 2018, saat terbenamnya matahari di Yogyakarta sudah memperlihatkan adanya hilal. Sehingga 1 Syawal jatuh pada pada hari Jumat, 15 Juni 2018.

Ketetapan dari Muhammadiyah tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti serta diunggah di media sosial Twitter resmi milik Muhammadiyah.

Sementara itu, Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk penetapan awal bulan Syawal 1439H/2018M. Rukyatul Hilal akan dilaksanakan, Kamis (14/6/2018) mendatang pada 97 titik pemantauan yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

"Kami telah mengirim petugas rukyatul hilal yang akan bekerjasama dengan Kakanwil dan ormas untuk melakukan pemantauan hilal di 97 titik yang telah ditetapkan," terang Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin di Jakarta, Senin (11/6/2018).

"Hasil Rukyatul Hilal dan Data Hisab Posisi Hilal awal Syawal akan dimusyawarahkan dalam sidang itsbat untuk kemudian diambil keputusan penentuan awal Syawal 1439H," sambungnya. 

Menurutnya, sidang itsbat akan dihadiri oleh Duta Besar negara-negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Muhammadiyah Amin menjelaskan, proses sidang akan dimulai pukul 16.30 WIB, diawali dengan paparan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kementerian Agama tentang posisi hilal secara astronomis menjelang awal Syawal 1439H. Adapun proses sidang itsbatnya, dijadwalkan berlangsung selepas salat Magrib setelah adanya laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan.

"Sebagaimana biasa, sidang itsbat berlangsung tertutup. Hasil keputusannya akan disampaikan secara terbuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers setelah sidang itsbat," tuturnya. (*)
 
 
 

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus