Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Mujiono, Anak Pulau Padang Penerima Beasiswa RAPP Itu Lulus Cum Laude

Minggu, 10 Juni 2018

Mujiono wisudah dengan hasil Cum Laude. (Foto:Istimewa)

PELALAWAN-Program beasiswa yang ditawarkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kepada para siswa berprestasi, namun terhalang oleh ketiadaan biaya ternyata mulai membuahkan hasil.

Setidaknya ratusan anak yang awalnya terancam putus sekolah, akhirnya bisa terselamatkan dan mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Bahkan, tak sedikit diantara mereka yang kemudian mampu berprestasi saat menyelesaikan pendidikannya.

Adalah Mujiono salah satunya. Terlahir sebagai seorang anak petani nelayan di Kelurahan Teluk Belitung, Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau membuat dirinya harus mengubur impian untuk sekolah ke Perguruan Tinggi. Sebab, menyelesaikan pendidikan di bangku SMA di kampung halamannya sudah membuatnya bangga. Sebab, dengan modal ijazah SMA dia sudah bisa mencari pekerjaan untuk menyambung hidup.

Maklum saja, sang ibu hanya seorang ibu rumah tangga. Sedangkan ayahnya bekerja sebagai nelayan lepas. Pendapatan yang bisa diperoleh hanya cukup untuk menghidupi keluarga dari hari ke hari saja.

Tapi Mujiono bersama dua saudaranya tetap menaruh asa dan tidak pernah berhenti berdoa. Setiap selesai salat, dia selalu bermohon kepada Allah SWT agar diberikan kemurahan rezeki dan dibukakan jalan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan harapan, suatu saat dia bersama abang dan adiknya bisa membawa perubahan terhadap kehidupan keluarganya saat ini.

Sampai akhirnya, doa-doa itu diijabah Allah SWT dengan membukakan jalan untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Sekitar empat tahun lalu, saat akan menyelesaikan pendidikan SMA, PT RAPP mendatangi sekolahnya. Perusahaan kemudian menawarkan beasiswa untuk anak-anak kurang mampu, namun berprestasi.
 
Kesempatan baik itu pulalah yang kemudian mengantarkan anak dari pasangan Abdul Rahman dan Suryati ini bisa kuliah di Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. 

Mujiono mengambil jurusan Kehutanan. Dan Sabtu (28/4/2018) lalu, mengenakan jubah hitam dan toga di kepalanya, Mujiono diwisuda bersama 574 orang sarjana dan 34 orang pascasarjana lainnya. Dia pun berhasil meraih predikat dengan pujian (Cum Laude), dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58.

"Alhamdulillah di umur 22 tahun saya bersama teman-teman sudah dapat menyelesaikan kuliah di strata satu (S1) jurusan Kehutanan HTI. Kami mengucapkan sangat berterima kasih kepada RAPP yang sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk menerima beasiswa pendidikan. Sekarang saya sudah lulus dan meraih predikat dengan pujian," ungkapnya sumringah.

Mujiono mengisahkan, awal-awal dia sempat tidak begitu yakin bahwa beasiswa yang akan diberikan perusahaan ini tidak akan penuh seperti yang disampaikan di sekolahnya. Namun dia tetap meyakinkan diri untuk  bisa kuliah ke Instiper Yogyakarta dengan mengambil jurusan Kehutanan seperti yang ditawarkan oleh perusahaan.

"Setelah selesai mengikuti tes, beberapa bulan kemudian saya kemudian dinyatakan lulus," ujar Mujiono yang pernah bekerja sebagai ABK pada sebuah kapal di Selatpanjang.

Setelah perkuliahan dimulai, pria yang akrab dipanggil Muji ini baru merasa yakin bahwa beasiswa yang diberikan RAPP benar-benar penuh. Sejak itu, dia tidak pernah lagi meminta kiriman uang dari orangtua. Bahkan uang beasiswa dari RAPP itu bisa pula dia tabung dan dimanfaatkan untuk membeli beberapa barang-barang keperluan lainnya, seperti alat komunikasi dan lainnya.

"Beasiswa itu memang benar-benar diberikan secara utuh. Bahkan sampai tiket untuk pulang ke kampung halaman pun kami ditanggung oleh perusahaan. Jadi istilahnya, selama kuliah di Instiper, kami tinggal belajar saja, tidak perlu untuk memikirkan yang lain lagi, karena semuanya sudah  ditanggung oleh perusahaan," ujarnya.

Yang sangat membanggakan bagi Mujiono, dia bersama 12 orang temannya yang sudah lulus dengan predikat pujian itu tidak perlu lagi memikirkan akan mencari pekerjaan di mana setelah selesai dari kuliah. Perusahaan yang sudah membiayai semua keperluannya selama kuliah sudah menampungnya untuk bekerja. 

Dengan demikian, secara tidak langsung dia tidak lagi harus membebani orangtuanya, yang sekarang masih punya tanggungjawab dalam membiayai kuliah abang dan sekolah adiknya. Soal di mana dia akan ditempatkan saat bekerja di perusahaan nanti, dia tidak akan mempersoalkan. 

Sebagai seorang pemula, dia akan mengikuti arahan yang diberikan oleh perusahaan. Kalaupun pada akhirnya nanti dia diminta untuk memilih tempat, maka dia akan meminta untuk ditempatkan di bagian Nursery (pembibitan) saja. Karena ini juga sesuai dengan ilmu perkuliahan yang sudah didapatnya selama tiga setengah tahun lalu itu.

"Saya maunya kalau bisa di bagian Nursery. Tapi itu semua nanti akan saya serahkan lagi ke perusahaan mau ditempatkan di mana," tukasnya. (*)

 
 
 
Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: RAPP


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus