Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Mulai Meresahkan, Pemerintah Diminta Serius Tangani Gepeng

Minggu, 05 Mei 2013


PEKANBARU-Keberadaan para gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Pekanbaru ternyata tak hanya menghiasi jalan raya dan rumah makan, namun sudah sampai ke rumah-rumah warga. Kondisi tersebut mulai meresahkan masyarakat.

Karena itu, Pemko Pekanbaru diminta untuk serius melakukan penertiban terhadap para gepeng yang terus menjamur. Resti, warga Jalan Hasanudin ini mengaku resah dengan sikap gepeng yang sering mendatangi rumahnya untuk meminta bantuan ongkos dengan alasan mau pulang kampung.

Kekhawatiran Resti bertambah, karena aksi gepeng terkadang melakukan ancaman, tidak diberi bantuan. "Katanya kalau tak dikasih bantuan, para gepeng ini mau nginap di teras rumah saya bersama anaknya. Kan kita resah sekali dengan kondisi ini, karena kejadian tersebut sering terjadi dan orangnya berganti-ganti. Kadang ada anak punk juga. Makanya, kita minta pemerintah menertibkan keberadaan para gepeng ini," kata Resti, Minggu (5/5).

Keresahan masyarakat tersebut sebenarnya telah sampai ke DPRD Kota Pekanbaru. Bahkan salah seorang anggota DPRD dari Komisi IV Partai Hanura, Darnil ketika reses pekan lalu juga menerima aspirasi masyarakat mengenai keberadaan gepeng tersebut. "Memang iya. Masyarakat juga bilang begitu ke saya, kalau gepeng sudah sampai ke rumah-rumah. Tentu hal ini semakin meresahkan dan kita akan tindaklanjuti persoalan gepeng ini dalam Musrembang nantinya," kata Darnil.

Langkah yang seharusnya dilakukan pemerintah, menurut Darnil, menggencarkan sosialisasi Perda tentang gepeng kepada seluruh komponen masyarakat. Dimana, bagi yang memberikan sumbangan akan didenda Rp50.000. Sosialisasi ini dilakukan dengan memasang baliho di titik keramaian Pekanbaru yang banyak dijadikan tempat bagi gepeng untuk meminta sumbangan.

"Saya lihat papan reklame yang memuat pengumuman larangan memberi sumbangan kepada gepeng hanya di beberapa titik saja dan itupun papannya tak besar dan tidak mudah terlihat. Seharusnya dibuat baliho besar yang mudah dilihat. Pasang di perempatan jalan agar masyarakat tahu, kalau memberi sumbangan ke gepeng itu ada sanksinya," kata Darnil.

Kepada gepeng yang telah ditertibkan, Darnil meminta Pemko Pekanbaru memberikan sanksi yang membuat efek jera terhadap gepeng tersebut. Sehingga, ketika dikembalikan ke daerah asalnya, gepeng ini tak lagi kembali ke Pekanbaru. Sebab, menurut Darnil, selama ini para gepeng yang telah ditertibkan tetap saja berkeliaran di Pekanbaru.

"Karena mereka sudah dikembalikan ke daerah asal masing-masing, balik lagi ke Pekanbaru. Maka harus ada sanksi tegas yang membuat mereka jera. Kalau bisa, kepada gepeng yang sudah ditertibkan ini diberikan pelatihan dan binaan, sehingga mereka tak mengemis dan hidup di jalan lagi. Bisa dilakukan di rumah singga, dan sebagainya. Dalam hal ini Dinas Sosial harus bertindak agar Gepeng tak berkembang di Pekanbaru ini," tukasnya. (btr/rik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus