Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Musik Ternyata Bisa Jadi Pembangkit Semangat

Minggu, 10 Agustus 2014

Music ternyata bisa juga membangkitkan semangat. (Foto:Fkc)

SETIAP orang pasti memiliki daftar lagu favorit, agar lebih merasa bersemangat dalam menjalani aktivitas kesehariannya. Namun apakah ada penjelasan ilmiah di balik hal ini? Menurut hasil penelitian terbaru, musik sejatinya memang membuat kita lebih bertenaga. Namun, perlu dicatat kalau tidak semua musik memiliki efek yang sama.

Para peneliti menemukan, ada beberapa musik mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal hebat. Kemudian, faktor yang membuat musik tersebut efektif adalah level bas. Dr Dennis Hsu dari Kellog School of Management di Northwestern University mengatakan, saat menonton acara olahraga, ia dan rekannya sering melihat atlet memakai earphone ketika memasuki stadion dan di dalam ruang ganti.

"Cara atlet-atlet ini melarutkan diri dalam musik --beberapa dengan mata tertutup dan mengangguk mengikuti ketukan-- tampaknya seperti musik membuat mereka secara mental merasa siap dan tangguh untuk kompetisi yang akan terjadi," ucap Hsu seperti dilansir laman Daily Mail.

Dalam pre-tes pertama studi yang dipublikasikan dalam Social Psychological and Personality Science, ilmuwan meneliti 31 musik dari berbagai genre, seperti hip-hop hingga reggae. Tujuannya, untuk melihat berapa besar kekuatan yang dirasakan saat mendengar klip berdurasi 30 detik tersebut.

Hasilnya, peneliti mengidentifikasi musik yang paling dianggap memberikan semangat dan yang paling kecil memberikan pengaruh. Deretan lagu yang dianggap bertenaga adalah We Will Rock You milik Queen dan Get Ready for This milik 2 Unlimited.

Sementara lagu yang dianggap memiliki pengaruh paling kecil adalah Because We Can milik Fatboy Slim dan Who Let the Dogs Out milik Baha Men. Dalam penelitian ini, peneliti mengesampingkan pengaruh dari lirik lagu. Secara terpisah, peneliti meminta partisipan untuk menilai seberapa besar lirik berpengaruh pada mereka. "Karena partisipan tidak melaporkan adanya peningkatan perasaan lebih kuat setelah membaca lirik, kami dapat menyingkirkan efek semantic priming dari lirik pada lagu yang dipilih," ujar Hsu. (vci)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus