Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Napi Kasus Pencabulan Anak Ditemukan Gantung Diri di Rutan Tanjungpinang

Selasa, 02 Januari 2018

Petugas medis melakukan evakuasi terhadap jasad korban. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

TANJUNGPINANG-Seorang napi Rumah Tahanan Klas I Tanjung Pinang Muhammad Saputra (32) ditemukan gantung diri di depan pintu sel, Selasa (2/1/2018) sekitar pukul 01.45 WIB.

Dugaan sementara, pria yang tersangkut kasus perkara pencabulan anak itu meninggal duni akibat bunuh diri. MS sebelumnya divonis Pengadilan Negeri Tanjung Pinang dengan 5 tahun penjara dipotong masa tahanan.

Kepala Rumah Tananan Klas I Tanjungpinang Rony mengatakan, sebelumnya petugas keamana Rutan sekitar pukul 01.25 WIB melakukan pengawasan rutin atau kontrol keliling blok tahanan. Namun petugas piket, dikagetkan pada blok Penyengat melihat korban berinisial MS dalam posisi tergantung.

"Setelah melihat kejadian itu, komandan jaga langsung melaporkan kejadian itu kepada Kepala Pengamanan Rutan (KPR). Selanjutnya, KPR melakukan prosedur yang telah ditetapkan untuk menghadapi atau antisipasi hal yang terjadi. Kemudian KPR melaporkan kepada saya dan saya melaporkan kejadian itu ke pimpinan (Kanwil Hukum dan HAM Kepri)," kata Rony kepada wartawan di Tanjungpinang, Selasa (2/1/2017) siang.

Menurut Rony, sebelumnya MS tanggal 7 Desember lalu juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di tahanan Pengadilan Negeri Tanjungpinang dengan cara melukai tangannya menggunakan pisau cukur.

"Tanggal 7 Desember lalu MS sempat melakukan percobaan bunuh diri di tahanan pengadilan dengan cara melukai tangannya mengunakan pisau cukur. Kemudian, Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengembalikannya ke Rutan Tanjungpinang untuk dilakukan pembinaan," ujarnya.

Atas kejadian pertama itu, menurut Rony, pihaknya melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan agar tidak melakukan hal yang demikian.  MS dipanggil dan dinasehati, setelah itu yang bersangkutan tidak ada masalah apa-apa. "Bahkan yang bersangkutan sempat membuat surat pernyataan kepada kita tidak melakukan lagi percobaan bunuh diri,” bebernya.

Dikatakan, saat ini pihaknya telah berupaya menghubungi pihak keluarga MS yang di Tanjungpinang dan di kampung halamannya. Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat jawaban dari pihak keluarganya. “Jenazah MS ada di ruang mayat  RSUD Tanjungpinang. Kita masih menunggu jawaban dari pihak keluarga, kalau tidak negara melakukan pemakaman yang bersangkutan,” tukasnya.

MS divonis Pengadilan Negeri Tanjungpinang selama 5 tahun penjara dalam perkara pencabulan anak. Sudah ada eksekusi yang bersangkutan dan artinya MS sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus