Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Narasumber Seminar Mahasiswa, Bupati Syamsuar Ungkap Pembangunan Berkarakter di Siak

Minggu, 08 Oktober 2017

Bupati Siak Drs H Syamsuar disalami mahasiswa. (Foto:FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Salah satu misi pembangunan Kabupaten Siak menyangkut persoalan agama. Artinya, persoalan agama menjadi sebuah kewajiban, karena sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun.

"Ini kuncinya pembangunan yang berkerakter dan beragama di Siak, jika tidak ada dalam RPJMD maka akan menjadi masalah," ucap Bupati Syamsuar kala menjadi narasumber Seminar dan Rakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam se-Sumatra, Sabtu (7/10/2017) di Aula Gedung Guru Pekanbaru.

Seminar mengusung tema "Membagun Karakter Muda Melalui Nilai-nilai Pancasila dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial, itu dihadiri ratusan mahasiswa dari Riau, Medan, Sumbar dan Lampung.

Dikatakan, dalam membentuk karakter pemuda generasi masa depan bangsa, menurut Syamsuar, pembangunan pendidikan umum di Siak berimbang dengan pendidikan agama. Pembangunan umum yang berkarakter dan berimbang dengan pendidikan agama ini sejalan dengan ideologi bangsa ini, yakni Pancasila. 

"Bukankah poin petama ideologi bangsa ini ketuhanan Yang Maha Esa. Ini sudah jelas bahwa pembangunan itu tidak lepas dari agama. Apalagi kita sebagai orang Melayu yang identik dengan Islam dan berfilsafah bahwa adat bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah," ungkap Syamsuar.

Sementara itu, salah seorang peserta seminar dari Riau Gita Yolanda bertanya soal masalah pemuda Riau saat ini yang dinilai kurangnya peduli dengan indentitas diri. Sehingga terbawa arus budaya barat. "Bagaimana mengatasi masalah ini, Pak," tanya Gita.

Pertaanyaan sejumlah lainnya dalam seminar tersebut, tak lepas dari persoalan menciptakan pemuda yang berilmu dan berkarakter agama, dan ini sesuai dengan tema seminar. Kemajuan teknologi, menurut Syamsuar, memang tak bisa dihindari. Akibat hal ini, membentuk karakter pemuda yang kurang peduli dengan lingkungannya. 

Kemajuan ini harus disikapi secara arif. Gunakan teknologi yang merupakan budaya barat ini untuk kegiatan positif dan jadikan teknologi memangkas rentang waktu pelayanan kepada masyarakat. 

Untuk menyikapi masalah ini, Siak saat ini ditetapkan sebagai Kabupaten hijau, kabupaten smart city yang tujuannya membentuk karakter dan mencerdaskan anak-anak bangsa. Sehingga Siak mendapat penghargaan pelayan publik terbaik di tingkat Nasional.

"Alhamdulillah, pendidikan berkarakter di Siak tertuang dalam Perda, wajib belajar 9 tahun. Selain itu, nawaitu kita melahirkan 1000 hafizh juga sudah terlaksana dengan baik dan saat ini ada 6 pondok di Siak," kata Syamsuar. (adi fadhilahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus