Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Nongkrong Jam Kerja, Wako Razia Pegawai di Kedai Kopi

Senin, 13 Mei 2013


DUMAI-Walikota Dumai, Khairul Anwar memimpin langsung razia pegawai negeri sipil yang nongkrong di kedai kopi saat jam kantor. Razia bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Kepegawaian dan Diklat itu berhasil menjaring 15 pegawai yang tengah asik nongkrong di kedai kopi, Senin (13/5).
 
Razia berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Razia mulai dari kedai kopi di sepanjang Jalan Sukajadi. Disini, petugas tidak menemukan pegawai ngopi karena diduga informasi razia telah bocor. Padahal, kedai kopi di sepanjang Jalan Sukajadi, seperti Kedai Kopi Miss U, Mega Ria dan Murni biasanya dipenuhi oknum pegawai nongkrong pagi hari.
 
Menurut salah satu tukang parkir yang enggan disebutkan namanya, informasi razia diduga bocor, sebab ada beberapa oknum pegawai yang langsung pergi, meskipun kopi yang dipesannya belum habis diminum. Ketika razia di Jalan Jeruk, Kedai Kopi Atong yang biasa dijadikan tempat nongkrong oknum pegawai juga terlihat lengang. Meski begitu, Satpol PP dan BKD berhasil juga menjaring tujuh pegawai yang sedang ngopi.
 
Selain itu, Satpol PP juga menjaring tujuh pegawai di Kedai Kopi Roti Canai Jalan SS. Kasim yang asik menyantap roti canai, melihat petugas razia turun dari mobil langsung meninggalkan tempatnya, padahal pesannan baru datang. Meski ingin menghindar, tapi petugas cukup sigap dan langsung menghentikan mereka lalu mendata merea yang terjaring. Sementara seorang pegawai lainnya berhasil dirazia di Kedai Roti Canai Jalan Yosudarso.
 
Kepala Satpol PP, Bambang Wardoyo mengatakan, razia dilakukan untuk menjawab keluhan masyarakat terkait banyaknya pegawai yang nongkrong di kedai kopi saat jam kerja. Dalam razia, petugas hanya  mencatat nama pegawai lalu menyuruh masuk kantor, karena masih jam kerja. Setelah dilakukan pendataan, seperti nama, jabatan/pangkat dan dari instansi mana. Satpol PP akan menyurati BKD Dumai untuk menindak lanjutinya.
 
Dikatakan, razia pegawai merupakan bentuk tindak lanjut arahan Walikota agar pegawai tidak berada di warung kopi saat jam kerja dan untuk meningkatkan disiplin kerja.
 
Sementara, Kepala BKD, Sepranef Syamsir kepada Wartawan mengatakan, pegawai yang terjaring razia akan dikenakan hukunan disiplin berupa hukuman setingkat ringan yaitu teguran tertulis hingga pemotongan tunjangan. Melalui razia, pegawai dapat lebih meningkatkan dispiplin kerja seperti diatur dalam PP 53 tahun 2010 tentang disiplin kerja PNS. “Harapan saya, melalui kegiatan razia ini tidak ada lagi pegawai yang keluyuran pada jam-jam kerja, karena mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus