Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Nongkrong Saat Jam Kerja, 6 Pegawai Terjaring Razia

Rabu, 17 April 2013


PEKANBARU-Badan Kepegawaian Daerah Kota Pekanbaru, Selasa (16/4) menggelar razia atau inspeksi mendadak ke sejumlah kedai kopi dan caffe. Hasilnya, enam orang pegawai negeri sipil yang kedapatan keluyuran dan nongkrong saat jam dinas berhasil dijaring.

Kepala Badan Kepegawaian Pekanbaru, Hermanius menyebutkan, razia digelar untuk menegakkan disiplin pegawai yang belakangan terus kendor. "Memang ada pegawai yang terjaring razia, karena berkeliaran saat jam kerja. Jumlah pegawai yang terjaring sebanyak enam orang," ujar Hermanius usai razia.

Menurutnya, ke-6 pegawai tersebut dijaring ketika nongkrong di empat lokasi, seperti Jalan Hangtuah, Kedai Kopi Murni Jaya, Jalan Gambir dan Warung Kini Balu. "Satu orang pegawai yang terjaring adalah pegawai Kecamatan Lima Puluh, empat orang pegawai Dispenda dan seorang pegawai BLH," paparnya.

Ditambahkan, razia dilakukan berdasarkan SK Walikota Nomor 162 tahun 2013 tentang tim inspeksi mendadak. Razia dilakukan dalam rangka pembinaan dan penegakkan disiplin pegawai Kota Pekanbaru. "Jika memang sedang melakukan dinas di luar kantor, pegawai tersebut harus meminta surat tugas agar tidak terjaring," ujar Hermanius.

Terkait sanksi yang akan dikenakan bagi pegawai yang terjaring razia ini, menurut Hermanius, pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut kepada walikota sebagai pembina kepegawaian. "Kita akan melaporkan dulu kejadian ini dan sanksinya akan ditentukan walikota melalui telaah, apakah sikap indisiplin mereka termasuk kategori ringan atau berat. Sanksi terberatnya adalah turun pangkat sesuai PP 53 tahun 2010," ungkapnya sembari menambahkan, razia akan terus dilaksanakan ke seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Ditempat terpisah, Kepala Dispora Pekanbaru, A Mius membenarkan kalau dirinya juga ikut didata tim yustisi ketika berada di warung kopi Jalan Hangtuah. Namun dirinya menyangkal kebedaannya hanya untuk nongkrong saat jam kerja. Pasalnya, saat itu dirinya beserta dua anak buahnya usai melakukan pemasangan baliho di dua lokasi, yakni Tangkerang dan Hangtuah.

"Saya selesai memasang baliho di Hangtuah dan Tangkerang, karena anak buah saya belum sarapan maka saya ajak untuk mengopi di Hangtuah. Tiba -tiba muncul petugas BKD dan Satpol-PP merazia," ujarnya. (btr)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus