Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Oknum Polisi di Bengkalis Riau Terlibat Sindikat Narkoba, BNN Ingin Hukuman Mati

Kamis, 20 Februari 2020

Ilustrasi pelaku. (Foto:Unsplash/Pixabay)

PEKANBARU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat berharap anggota kepolisian berinisial RR diberikan hukuman mati oleh pengadilan, karena terlibat dalam sindikat narkoba internasional. BNN menangkap RR bersama RZ, RM dan HS yang menyelundupkan sabu di Kota Dumai, Riau.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Arman Depari mengatakan, RR sudah dua kali menyelundupkan sabu. RR merupakan personel Polsek Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau harus melanggar hukum sebab tergiur upah fantastis.

"Salah satu terlibat dalam penyelundupan narkoba ini adalah oknum polisi. Ini menjadi catatan kita semua khususnya kami penegak hukum, bahwa sindikat narkoba juga merekrut penegak hukum dan petugas resmi lain," ungkap Arman di Pekanbaru, Riau, Rabu (19/2/2020).

Arman berharap, oknum polisi yang terlibat diberikan hukuman berat oleh pengadilan. Menurutnya, hukuman mati pun patut diberikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.

"Kalau perlu hakim memutuskan jatuhi hukuman mati karena pantas untuk itu. Kita berupaya keras mencegah dan memberantas narkoba sementara dia melanggar sumpahnya dan mendapatkan keuntungan pribadi," tuturnya.

Dari penangkapan ini petugas mengamankan sabu seberat 10 kg yang dikemas dalam bungkusan warna hijau dan plastik bening. Kemudian 6 bungkus besar pil ekstasi masing-masing berisikan 10.000 butir dengan total 60.000 butir. 

"Modus operandi narkoba diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia masuk ke pulau kecil di Rupat lalu dibawa ke Kota Dumai. Rencananya akan diedarkan di Dumai dan Pekanbaru," ulas Arman. (*)
 
   

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus