Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Oknum Satpol PP Digerebek Nyabu, Pemko Pekanbaru Akan Lebih Selektif dengan ASN Pindahan

Senin, 01 Oktober 2018

Asisten 1 Sekdako Pekanbaru Azwan. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru akan mengambil tindakan pasca penggerebekan oknum Satpol PP Pekanbaru yang positif menggunakan sabu sesuai hasil tes urin yang dilakukan Polda Riau, beberapa waktu lalu. Salah satu langkah antisipasi yang akan dilakukan dengan lebih selektif menerima ASN yang dipindahtugaskan ke Pekanbaru. 

Demikian disampaikan Asisten 1 Sekdako Pekanbaru Azwan kepada wartawan, Senin (1/10/2018) di Pekanbaru. Menurutnya, atas pertimbangan kejadian pelanggaran hukum juga pernah terjadi sebelumnya, dimana oknum bersangkutan berasal dari luar Pekanbaru. 

"Pelakunya ternyata baru pindah tugas ke Pekanbaru. Berangkat dari hal ini, kita akan lebih selektif membuat persyaratan tambahan kepada mereka yang akan datang ke Pekanbaru," ujarnya. 

Persyaratan dimaksud, kata Azwan, misalnya dengan menyertakan pernyataan tidak tersangkut pelanggaran hukum, berupa surat keterangan tidak terlibat narkoba, utang piutang dan sebagainya. Karena selama ini mereka yang terlibat adalah dari luar daerah Pekanbaru, mereka berkasus di tempat lama dan baru terungkap setelah bertugas di Pekanbaru," ujar Azwan.

Terkait pernyataan Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi yang akan mengadakan tes urin massal kepada ASN dan THL Pemko Pekanbaru, Azwan menyebutkan hal itu telah disampaikan kepada Walikota Pekanbaru Firdaus. Dimana walikota menanggapi dengan baik usulan tersebut dan berharap segera dibahas lebih lanjut. 

Tidak hanya itu, pemko kini tengah menyelidiki anggotanya yang diduga terlibat penggunaan narkoba dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. 

"Kita bahkan sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Ada 17 ASN yang diduga tersangkut narkoba. Sekarang kita sedang menindaklanjuti hal itu, kita sedang mencari, mendata anggota yang melanggar hukum lainnya, untuk memutuskan tindakan tegas jika sudah ada keputusan inkrah," ujarnya. (*) 





Penulis: Syafriadi
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus