Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Operasional RSD Madani Dimulai, Firdaus MT: Silahkan Masyarakat Berobat Gratis

Kamis, 08 Februari 2018

RSD Madani Pekanbaru. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Walikota Firdaus MT meresmikan operasional Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti KM 2, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Jumat (26/1/2018) lalu. Peresmian dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Riau, Forkompimda Pekanbaru dan pejabat Pemprov Riau.

Usai peresmian, Walikota mengatakan, RSD Madani merupakan perwujudan kepedulian pemko terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu, keberadaan rumah sakit diharapkan bisa membuka peluang baru bagi bisnis kesehatan.

"RSD Madani yang kita resmikan bukan pertanda masyarakat banyak yang sakit, dan perlu dibangun RS baru. Tapi ini adalah bentuk dari cerminan masyarakat kita yang mencintai kesehatannya dan itu menjadi indikator masyarakat Madani yang peduli dengan kesehatan, mambangun lingkungan sehat untuk membangun masyarakat yang sehat," ungkap Firdaus.
 
Walikota DR Firdaus MT bersama tokoh masyarakat, Forkompimda dan pejabat lainnya menuju RSD Madani. (Foto:Istimewa) 
 
Ditambahkan, setelah RSD Madani diresmikan, masyarakat Pekanbaru dapat merasakan pelayanan dan fasilitas yang ada secara gratis untuk tahap awal ini. "Dengan dibukanya RSD Madani, silahkan masyarakat Pekanbaru gunakan fasilitas yang ada dan berobat secara gratis. Bawalah KTP dan konsultasikan kepada tenaga medis disana tentang persoalan kesehatan bapak/Ibu. Namun, yang pasti adalah bagaimana melayani masyarakat dengan baik dan cepat," harap Firdaus. 

Dia meminta petugas RSD Madani memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, terutama kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. "Kalau bisa jemput bola dan turun ke rumah warga yang alami sakit. Jika sakitnya tidak parah langsung tangani saja di rumah Dengan begitu warga merasa nyaman dan senang atas pelayanan yang diberikan," ungkap Firdaus. 

Butuh tambahan Rp16 miliar
Di sisi lain, dalam mengoptimalkan RSD Madani, saat ini masih dibutuhkan dana tambahan Rp16 miliar. Ada beberapa pekerjaan pada fasilitas pendukung yang harus diselesaikan.

“Tahun ini, kami menganggarkan dana Rp16 miliar untuk menyelesaikan fasilitas pendukung. Akhir tahun 2018 ini, seluruh fasilitas sudah bisa beroperasional, kecuali alat kesehatan yang sudah dijanjikan pemerintah pusat,” kata Ketua Tim Percepatan Operasional RSD Madani Azwan kepada wartawan, kemarin.
 
 
Walikota DR Firdaus MT memberikan sambutan saat peresmian RSD Madani.(Foto:Istimewa) 
 
Azwan menjelaskan, RSD Madani dengan kategori klasifikasi kelas C dibangun dalam dua tahap. Pertama, dengan kontrak tahun jamak dimulai 2014-2016. Nilai anggaran sebesar Rp66 miliar lebih. Pembangunan tahap pertama terdiri dari enam gedung A, B,C,E,G dari 10 yang direncanakan.

Untuk tahap II dengan kontrak tahun tunggal anggaran 2016 sebesar Rp6 miliar. Menghasilkan dua gedung tambahan F dan H. Sementara untuk Sumber Daya Manusia (SDM), saat ini tenaga medis yang ada di RSD Madani berjumlah 91 orang, yakni dokter spesialis 21 orang, dokter umum 9 orang, dokter gigi 3 orang, perawat 27 orang, perawat gigi 3 orang, bidan 11 orang, ahli gizi 3 orang, analisis 2 orang, apoteker 1 orang, asisten apoteker 1 orang, fisioterapi 1 orang, rekam medik 1 orang, manajemen 8 orang. 

Berobat Gratis
Meski sarana dan prasaranya belum 100 persen lengkap, namun secara keseluruhan RSD Madani sudah memenuhi standar rumah sakit. “Untuk sementara RSD Madani belum bisa menerima pelayanan BPJS Kesehatan, namun masyarakat Pekanbaru tetap bisa berobat di sana secara gratis,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Zaini, beberapa waktu lalu.
 
 
Walikota DR Firdaus MT didampingi tokoh masyarakat, Forkompimda dan pejabat lainnya menggunting pita tanda diresmikannya operasional RSD Madani.(Foto:Istimewa) 
  
Dijelaskan, terdapat sejumlah standar yang membuat RSD Madani bisa melayani pasien BPJS, salah satunya adalah rumah sakit tersebut sudah beroperasi selama enam bulan, baru bisa terdaftar di Kemenkes RI.

“Menjelang itu pula segala macam pelayanan dan pengobatan kita gratiskan untuk masyarakat Pekanbaru umumnya dan Tampan khususnya,” ungkap Zaini sembari menyebutkan, pelayanan yang bisa digunakan adalah Instalasi Gawat Darurat(IGD), Klinik umum dan pelayanan sembilan poli spesialis. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus