Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Padamkan Karhutla, BPBD Riau Habiskan 46.800 Kg Garam Untuk Modifikasi Cuaca

Sabtu, 20 April 2019

Gubernur Syamsuar dan BNPB menyaksikan proses modifikasi cuaca. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau mencatat, sejauh ini sudah 2.929,69 hektare lahan di Riau terbakar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger menyebut, lahan terbanyak terbakar di Bengkalis seluas 1.294.83 Ha.

Disusul Kabupaten Rohil seluas 460.25 Ha dan Siak 328.75 Ha, Meranti 232.4 Ha, Dumai 241.75 Ha, Inhil 115.1 Ha, Pelalawan 77 Ha, Inhu 71.5 Ha, Kampar 55.1 Ha, Pekanbaru 46.01 Ha dan Kuansing 5 Ha. "Seluruh kabupaten di Riau sudah terjadi karhutla, paling sedikit di Rohul hanya dua hektare," kata Edwar, Jumat (19/4/2019).

Saat ini, kebakaran lahan di Riau hanya tinggal proses pendinginan. Baik oleh Satgas darat maupun udara. Beberapa wilayah yang saat ini masih dilakukan pendinginan di antaranya di Jalan Tuanku Tambusai Gg. Satria RT09, Kelurahan Bukit Timah, Dumai Selatan, Kota Dumai.

Kemudian di Jalan Datuk Manan, Kelurahan Teluk Makmur, Medang Kampai, Kota Dumai. Selanjutnya di Simpang Perjuangan, Desa Mumugo, Tanah Putih, Kabupaten Rohil dan di Jalan Dahlia/Jakan Datuk Manan RT04, Kelurahan Teluk Makmur, Medang Kampai, Kota Dumai.

"Saat ini petugas juga sedang melakukan pendinginan Jalan Parit Maksum Ujung RT08, Kel. Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Sampai hari ini sudah masuk hari ke 30," kata Edwar.

Selain itu, proses pendinginan kebakaran lahan juga sedang berlangsung di Parit Rasul RT02, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Serta di Desa Rantau Bais, Tanah Putih, Kab. Rohil.

Saat ini, ada 7 unit heli yang disiapkan untuk melakukan pengemoban air atau waterbombing dari udara di lokasi lahan yang terbakar. Di antaranya 3 unit dari BNPB dan 3 unit heli dari Sinarmas serta 1 unit heli dari KLHK. Selain heli water bombing, Pemprov Riau juga menerima bantuan heli untuk patroli udara sebanyak 5 unit.

Di antaranya, 1 unit heli TNI AU, 1 unit heli TNI AD, 1 unit heli Polri, 1 unit heli KLHK, 1 unit heli RAPP serta 1 pesawat jenis Cassa untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Dengan kekuatan tersebut dirasa kurang maksimal. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger meminta bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis lalu. BPBD Riau mengusulkan permohonan bantuan satu unit heli lagi untuk memperkuat waterbombing memadamkan Karhutla di Riau.

Sementara itu, Satgas udara Karhutla di Riau memiliki kekuatan dengan 11 unit helikopter dan dua pesawat. Kegiatan satgas udara sendiri dilakukan menggunakan waterbombing dan juga teknologi modifikasi cuaca (TMC).

"Untuk TMC dengan menggunakan 1 Pesawat Cassa 212 (A-2108) sudah dilakukan penyemaian garam sebanyak 46.800 kilogram dengan total penerbangan 59 sortie. Saat ini kita masih punya cadangan NaCl sebanyak 5.600 kilogram," katanya. (*)



 
 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus