Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Panglima TNI Minta Maaf Atas Pemukulan Anggotanya Terhadap Polisi di Pekanbaru

Jumat, 11 Agustus 2017

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto:CNNIndonesia)

JAKARTA-Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan permintaan maaf atas sikap anak buahnya yang memukul anggota satuan lalu lintas (Satlantas) di Pekanbaru, Riau, Kamis sore.

Menurut Gatot, tentara pemukul Polantas berinisial WS dan berpangkat sersan dua sekarang telah ditahan. "Nanti Komando Daerah Militer (Kodam) akan memberi penjelasan, ternyata anggota tersebut dalam perawatan sakit jiwa. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," kata Gatot di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Dikatakan, proses hukum terhadap WS akan tetap dilakukan meski WS menderita gangguan jiwa. Gatot mengklaim, anggotanya yang memukul polantas di Pekanbaru kerap berkonsultasi di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Namun dia tak mengetahui detail nama rumah sakit dan jenis penyakit yang diderita WS. "Tapi tetap kami proses hukum, nanti hukum yang akan menentukan bagaimana," ujarnya.

Diketahui kasus pemukulan tersebut terekam dalam video dan langsung viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat WS meluapkan amarah di tengah jalan terhadap polantas. Pria berinisial WS itu mengenakan pakaian dinas TNI yang ditutup jaket berwarna cokelat. Ia terlihat memukul helm polantas dan menendang motor di tengah jalan.

Lama tak naik pangkat
Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI Laksma TNI Darajat Hidajat, mengatakan, Serda WS sedang mengalami depresi. Menurut Darajat, Serda WS merupakan tim binaan intel yang masih dalam status pembinaan terapi, karena ada gangguan kejiwaan. 

"Sebelumnya Serda WS bertugas di Padang dan pacaran dengan seorang wanita di sana. Menurut informasi, yang bersangkutan menjadi stress karena konon diguna-guna oleh wanita tersebut," kata Darajat melalui pesan singkat dikutip fokusriau.com dari cnnindonesia.com.

Darajat mengatakan, WS terkadang tertawa sendiri, marah-marah dengan penyebab yang tidak jelas. Selain itu, Serda WS tidak mengalami kenaikan yang pangkat bertahun-tahun. "Tidak naik, karena gangguan jiwa atau stress. sekarang ini yang bersangkutan diamankan di belakang rumah kapten Latif Dantim intel Pekanbaru," tukasnya. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus