Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Paripurna DPRD Riau, Gubernur Syamsuar Sampaikan Berbagai Persoalan Pembangunan Riau

Selasa, 12 Maret 2019

Rapat paripurna DPRD Riau mendengarkan pidato Gubernur Syamsuar. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-DPRD Riau menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan pidato sambutan Gubernur Riau masa bakti 2019-2024, Senin (11/3/2019). Gubernur Syamsuar, Wagubri Edi Natar Nasution, Forkopimda dan anggota DPRD Riau serta tokoh masyarakat Riau, termasuk sejumlah kepala daerah dan puluhan kepala OPD Pemprov Riau hadir pada paripurna tersebut.

Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli berharap, sinergitas yang dibangun antara eksekutif dan legislatif dapat menjadikan pembangunan Riau lebih baik lagi ke depannya.

Dikatakan, Banmus sudah menjadwalkan paripurna pidato sambutan Gubri masa bakti 2019-2024. "Ini sudah dijadwalkan Banmus. Kami berharap, visi-misi yang disampaikan bapak Syamsuar-Edy bisa dilaksanakan. Apa yang sudah menjadi komitmen benar-benar menjadi pedoman dan dapat diwujudkan," ujarnya.

Sementara Gubernur Syamsuar menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Riau, karena telah memberikan kepercayaan untuk mengemban amanah meneruskan estafet kepemimpinan di Riau dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan lima tahun ke depan.
 
 
Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli memimpin rapat paripurna mendengarkan pidato Gubernur Syamsuar. (Foto:Istimewa) 
 
Gubri menyampaikan, periode kepemimpinannya 2019-2024 merupakan periode keempat atau periode terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Riau 2005-2025. "Pada periode ini kami tetap melanjutkan dan meningkatkan program pembangunan pro masyarakat yang telah dirintis pendahulu kami dan akan terus melakukan pembenahan," urainya.

Disampaikan, beberapa permasalahan dalam pembangunan di Riau, antara lain masih terdapatnya kesenjangan kualitas Sumber Daya Manusia antar Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yang diukur dari capaian IPM Kabupaten/Kota.

"Terdapat 7 Kabupaten/Kota IPM-nya berada dibawah rata-rata Provinsi (71,79) yaitu Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti," tambahnya.

Rendahnya IPM Kabupaten/Kota, disebabkan oleh capaian komponen pembentuk IPM, seperti Angka Harapan Hidup, dimana 11 Kabupaten/Kota berada dibawah rata-rata provinsi (70,79 tahun) dan Rata-rata Lama Sekolah terdapat 7 Kabupaten/Kota berada dibawah rata-rata provinsi (8,76 tahun).

"Lama Sekolah terdapat 8 Kabupaten/Kota dibawah rata-rata provinsi (13,03 tahun) dan Pengeluaran Perkapita terdapat 6 Kabupaten/Kota di bawah capaian rata-rata provinsi (Rp. 10.677.000)," ulasnya
 
 
Ditambahkan, tahun 2017, Panjang jalan provinsi yang dibangun 2.799 Km dengan kondisi rusak sedang sampai rusak berat mencapai 55,18 persen, jenis konstruksi perkerasan jalan sub standar (kerikil, tanah atau belum tembus) sebesar 34,58 persen. Indeks aksesibiltas rata-rata tingkat provinsi 0,49 persen dengan kategori rendah.
 
 
Gubernur Syamsuar menyampaikan pidatonya pada rapat paripurna DPRD Riau. (Foto:Istimewa) 
 
Untuk prioritas dan pengembangan potensi wilayah, seperti ruas jalan yang konektivitas ke destinasi wisata, kawasan strategis nasional dan provinsi, kawasan pesisir dan perbatasan, kawasan sumber bahan baku industri, membuka keterisoliran serta tematik lainnya.

"Terbatasnya akses air bersih dan air minum yang berasal dari air leding/perpipaan. Kebutuhan Air bersih rumah tangga dengan memanfaatkan air sumur (37,20 persen) dan jasa air isi ulang dan air kemasan (36,16 persen). Terdapat 23,45 persen rumah tangga yang bergantung pada ketersediaan air hujan," imbuhnya.

Menyangkut pertumbuhan rkonomi, menurut Syamsuar, pertumbuhan ekonomi Riau periode 2011-2017 mengalami penurunan. Tahun 2011 sebesar 5,57 persen turun menjadi 2,71 persen tahun 2017. Terjadinya pergeseran struktur perekonomian Provinsi Riau dari tahun 2012 ke tahun 2017 dari pertambangan dan penggalian ke sektor industri pengolahan. Pergeseran ini disebabkan penurunan harga komoditas migas sehingga minat investasi pada sektor migas mengalami penurunan.

Untuk tingkat kemiskinan di Riau masih di atas 5 persen yaitu 7,41 persen atau 514.620 jiwa penduduk Riau berada di bawah garis kemiskinan dan jumlah persentase miskin tinggi terdapat pada sub sektor perkebunan. Kabupaten/Kota yang berada di atas tingkat kemiskinan provinsi terdapat pada Kabupaten Kepulauan Meranti (28,99 persen), Rokan Hulu (10,91 persen), Pelalawan (10,25 persen), Kuantan Singingi (9,97 persen), Kampar (8,02 persen) dan Kabupaten Rokan Hilir (7,88 persen).

"Dari permasalahan yang dirumuskan, maka visi dan misi kami tahun 2019-2024 terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia," ucapnya.

Untuk itu, dirumuskan beberapa misi antara lain mewujudkan SDM yang beriman berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya. Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan. Mewujudkan pembangunan ekonomi yang eklusif, mandiri dan berdaya saing. Mewujudkan budaya Melayu sebagai payung negeri. Dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan Pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.

Visi, misi, strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah Provinsi Riau 2019 sampai dengan 2024 yang telah kami sampaikan selanjutnya nanti akan kami tuangkan dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau 2019-2024 sebagai acuan pelaksanaan pembangunan 5 tahun kedepan dan akan disampaikan kepada DPRD untuk ditetapkan dengan Peraturan Daerah paling lambat 6 bulan setelah dirinya dilantik sebagaimana ketentuan Pasal 264 ayat (4) Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Untuk mewujudkan ini semua, dibutuhkan kerja keras (ikhtiar) yang diiringi dengan Do’a dan optimisme yang tinggi serta dukungan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Riau, seluruh elemen masyarakat Riau dan media, sehingga apa yang kita rencanakan dan pembangunan daerah Riau nantinya dapat terwujud untuk kesejahteraan masyarakat dan mendapat ridho Allah SWT," tukasnya. (adv)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus