Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Pasar Desa Kemuning Tua Inhil Kini Menjadi Sumber Pendapatan Desa

Rabu, 21 Desember 2016

Kades Kemuning Tua Anistar (kanan) dan Kaur Pembangunan Afendi dan Sekretaris Desa Mukhsin. (Foto:Is

KEMUNING TUA-Posisinya yang berada di gerbang jalan menuju Desa Kemuning Muda menjadikan Pasar Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir selalu dipenuhi masyarakat untuk beraktivitas jual beli. Apalagi di Desa Kemuning Muda tak memiliki pasar, sehingga masyarakatnya harus memenuhi kebutuhan dapurnya di Pasar Kemuning Tua yang hanya ada setiap Sabtu mulai sore sampai malam.

"Kalau setiap pekan itu pak, dipastikan ada ribuan orang yang akan penuh sesak di pasar ini. Baik masyarakat desa kami sendiri maupun dari Kemuning Tua sana," tutur Mukhsin, Sekretaris Desa Kemuning Tua saat dikunjungi wartawan beberapa hari lalu.

Ramainya pasar tersebut, menurut Mukhsin, menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Banyak masyarakat yang turut menjadi pedagang disana dan tentu membuat geliat ekonomi desa semakin baik. "Bahkan pedagang yang datang banyak pula dari luar daerah. Seperti dari Jambi dan Belilas," katanya.

Ramainya orang berdagang di pasar tersebut, kata Mukhsin, telah menjadi sumber pendapatan bagi Pemerintah Desa. Baik dari retribusi parkir yang dikutip hingga retribusi lapak (los) yang disediakan cukup baik oleh Pemerintah Desa Kemuning Tua.

"Jadi sejak tahun lalu dengan anggaran desa yang dimiliki, kami mulai membangun los disana. Ukurannya 8 x 15 meter. Tahun ini juga kami bangun satu lagi dengan ukuran yang sama. Dari sinilah kami dapat mengutip retribusi pedagang yang menjadi pemasukan desa," urainya.

Dari situ pula, beberapa warga tempatan juga mendapat pekerjaan tambahan. Mulai dari juru pungut hingga juru kebersihan. "Masyarakat tentu kita libatkan. Jadi semua dapat diberdayakan hingga mendapat penghasilan tambahan," katanya.

Ke depan, pemerintah desa berencana membangun los tempat pedagang ikan, ayam dan daging. Dengan demikian, tentu pasar yang dimiliki dapat lebih tertib dan teratur. "Alhamdulillah, sejak dana yang dimiliki desa besar kami jadi bisa merencanakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini tepatnya dimulai sejak Program DMIJ diluncurkan Bupati Wardan pada 2014 lalu. Sudah banyak yang kami bangun, baik pasar itu sendiri maupun perbaikan jalan-jalan desa. Senanglah bang, kalau ada duitnya. Jangan seperti dulu yang dana desa tak seberapa," ucapnya senang.

Setelah memiliki penghasilan dari retribusi pasar tersebut, ungkap Mukhsin, saat ini Pemerintah Desa Kemuning Tua juga berhasrat untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam bentuk Unit Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP). Selain bisa menjadi tambahan pengahsilan desa, katanya, dengan ini masyarakat bisa terbantu, khususnya bagi yang terbentur permodalan. "Itulah yang kami harapkan. Dengan begitu seperti pedagang-pedagang kita, petani juga, yang terbentur modal dapat terbantu," katanya.

Tapi sayang, impian yang direncanakan dapat terselenggara tahun ini itu, tak dapat terealisasi karena bantuan keuangan dari pemerintah provinsi tahun ini tak ada. "UED-SP itu biasanya memang menggunakan dana provinsi. Karena tak ada tahun ni makanya tak terselenggara. Mudah-mudahan tahun depan bisa berdiri karena katanya saat ini dana dari pusat sudah dibolehkan untuk itu," tandasnya. (zamri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus