Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pasar Menantikan Pernyataan BI Terkait Masalah Inflasi

Kamis, 10 Januari 2013


JAKARTA-Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pertama tahun ini akan digelar, Kamis (10/1). Pasarpun kemudian menantikan pernyataan otoritas BI soal inflasi pasca-kenaikan tarif tenaga listrik. Kemarin, rupiah ditutup naik pada level Rp9.660 dibanding saat dibuka yang berada pada level Rp9.700 per dollar AS.

Rupiah pada perdagangan kemudian bergerak di kisaran Rp 9.645-Rp 9.740 per dollar AS (berdasar pengamatan data di Reuters). Bursa IHSG yang ditutup di zona merah kemarin akibat aksi ambil untung oleh pelaku pasar menambah tekanan terhadap rupiah pada penutupan kemarin sore.

Menurut tim riset BNI Treasury, BI terlihat aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing yang mendorong penguatan rupiah menjelang penutupan kemarin sore. Hari ini, rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi melemah.

Non-delivery forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah dibuka turun di level Rp 9.871-Rp 9.881 per dollar AS sehingga diperkirakan akan memberikan tekanan bagi rupiah di pasar onshore pagi ini. BI akan mengumumkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur BI siang ini. BNI Treasury memproyeksikan BI Rate masih akan tetap dipertahankan di level 5,75 persen.

Perhatian pelaku pasar diperkirakan akan tertuju pada pernyataan dari BI terkait kemungkinan kenaikan inflasi setelah dinaikkannya tarif tenaga listrik per awal Januari ini. BI diproyeksikan akan terus masuk ke pasar valas untuk mengawal pergerakan nilai tukar rupiah. (kcm)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus