Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Pasca Kerusuhan dan Kebakaran Rutan Siak, Polisi Periksa Delapan Tahanan

Senin, 13 Mei 2019

Kondisi Rutan Siak usai kerusuhan dan terbakar. (Foto:Antara)

SIAK-Penyidik Polres Siak, Riau melakukan pemeriksaan terhadap delapan tahanan Rutan Klas IIB Siak, terkait insiden kerusuhan dan kebakaran, Sabtu dini hari lalu.

"Delapan tahanan kita periksa yang terindikasi memicu kerusuhan. Ini terkait penganiayaan, penembakan dan pembakaran," kata Wakapolres Siak Kompol Abdullah Hariri, Minggu (12/5/2019) di Siak.

Kedelapan tahanan tersebut berada di Polres Siak dan tidak ikut dievakuasi ke rutan kabupaten lain seperti diberlakukan kepada warga binaan lain. Di antara delapan itu juga akan diselidiki siapa yang menggunakan senjata api hingga melakukan penembakan terhadap Kepala Satuan Narkoba Polres Siak AKP Jaelani.

Abdullah mengungkapkan, setelah kerusuhan dan kebakaran, ditemukan tiga senjata api di lokasi kejadian. Dua Laras panjang diserahkan kepada tahanan dan satu lagi senjata api jenis FN yang ditemukan tergeletak.

"Ketiga senjata itu memang milik rutan dengan peluru karet. Belum diketahui tahanan mana yang menggunakan senjata itu," ujarnya.

Ditambahkan, tiga dari delapan tahanan yang diperiksa memang napi yang sebelum kejadian diduga terlibat narkoba. Saat itu awalnya sebelum kerusuhan ditemukan sabu pada seorang napi perempuan.

Kemudian Sat Narkoba Polres Siak melakukan pemeriksaan dan pengembangan di rutan. Hasilnya ada tiga tahanan yang diduga terkait soal narkoba tersebut. Setelah itu terjadi kerusuhan yang berujung pembakaran di Rutan Siak.

Dengan kondisi Rutan Klas II B Siak yang hampir semuanya terbakar sudah dilakukan evakuasi sebanyak 615 orang tahanan antara lain ke Pekanbaru, Kampar, Bengkalis dan Dumai.

Sementara jumlah tahanan yang belum dievakuasi adalah sebanyak 33 orang termasuk delapan orang yang dalam pemeriksaan tersebut. Sedangkan ada dua orang dirawat di RSUD Siak dan 13 orang napi yang baru ditangkap setelah kabur usai insiden. "Yang belum ditemukan ada 10 orang lagi. Anggota di lapangan masih melakukan pencarian dibantu masyarakat," ujar Abdullah. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus