Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Pasca Kerusuhan, Menkumham Yasonna Laoly Kunjungi Rutan Siak Riau

Senin, 13 Mei 2019

Menkum HAM Yasonna Laoly meninjau kondisi Rutan. (Foto:Tribunpekanbaru)

SIAK-Kerusuhan dan kebakaran di Rutan Klas IIB Siak, Riau direspon Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly yang langsung meninjau kondisi Rutan, Senin (13/5/2019) siang. Yasonna didampingi Gubernur Syamsuar dan Bupati Siak Alfedri, Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau M Diah, Kapolres Siak AKBP Ahmad David dan Kepala Rutan Siak Gatot Suariyoko.

Yasonna dan rombongan tiba di Rutan Siak sekitar pukul 11.00 WIB. Dia langsung masuk ke dalam Rutan mengecek kondisi dan situasi terkini Rutan Siak pasca-kerusuhan, Sabtu dini hari lalu.

Yasonna masuk menginjak abu dan puing-puing remah kebakaran. Ia melihat kamar tahanan perempuan yang juga ludes dilalap si jago merah. Setelah mendapat keterangan ia melanjutkan tinjauan pos 3 dan ruangan Mapenaling.

"Di sini kejadian awalnya Pak. Tahanan yang kedapatan menggunakan Narkoba mau dimasukkan ke ruangan ini tapi mereka menolak," kata Gatot Siariyoko kepada Yasonna.

Setelah melihat ruangan Mapenaling ia pergi ke lapangan. Di sana tampak wadah tempat makan warga binaan menumpuk dan seember besar sisa nasi basi. Kasur dan bantal berserakan di ruangan tahanan laki-laki. Yasonna tampak santai melihat kondisi itu.

Sesaat kemudian, dia keluar dan melihat data 10 narapidana yang masih belum tertangkap. Setelah memberikan keterangan pers, Yasonna membesuk Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani ke RSUD Siak.

Dia turut memberikan semangat kepada AKP Jailani agar kuat menghadapi peristiwa yang menimpanya di Rutan Siak. "Saya sangat menyesalkan kejadian itu, namun kita harus segera tindaklanjuti. Prosedur yang dilakukan petugas Rutan sudah benar, jika memang nanti ditemukan ada yang bertindak di luar SOP kita kasih sanksi tegas," katanya.

Diketahui, para tahanan Rutan Siak mengamuk, Sabtu dini hari lalu. Mereka membakar Rutan dan melawan petugas. Peristiwa itu terjadi dipicu karena ada tahanan yang ditangkap melakukan penyalahgunaan Narkotika di dalam Rutan.

Tahanan itu dipindahkan ke ruangan Mapenaling namun menolak, sehingga terjadi perselisihan dengan petugas Rutan. Melihat peristiwa itu, tahanan lainnya tidak terima. Mereka protes dan mendobrak pintu ruangan masing-masing. Para tahanan akhirnya berhasil menguasai Rutan hingga membakarnya. (*)






 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus