Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Pasca Penangkapan Pelaku Pembakaran Istana Siak, Bupati Syamsuar Apresiasi Kinerja Polisi

Rabu, 10 Januari 2018

Bupati Syamsuar bersama wartawan usai bertemu pelaku. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Setelah pelaku pembakaran bagian dalam Istana Siak berinisia TSA alias Faisal diamankan polisi, Rabu (10/1/2018), Bupati Syamsuar langsung mengunjungi Mapolres Siak.

Selain mengapresiasi kinerja kepolisian yang sudah menangkap pelaku pembakaran, Syamsuar juga menyempatkan diri bertemu dan berdialog dengan pelaku. "Penangkapan pelaku merupakan salah satu bukti kinerja kepolisian yang melakukan penyelidikan dengan cepat. Untuk masalah hukum, tentunya kita akan serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Pelaku tentunya akan menjalani proses hukum sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Syamsuar. 

Diketahui, sejumlah patung berpakaian khas Melayu yang berada dalam Istana Siak, Senin (8/1/2018) siang dibakar orang tak dikenal. Selain patung, kain yang menempel di pintu juga terbakar. Beruntung api tidak menjalar dan menghanguskan seluruh isi bangunan yang memuat sejarah Melayu di Siak Sri Indrapura tersebut. 

Sehari setelah terbakarnya bagian dalam Istana Asserayah Hasyimiah atau Istana Siak, sekitar pukul 15.00 WIB, Bupati Syamsuar langsung mengunjungi istana yang merupakan salah satu cagar budaya nasional tersebut. 

Di istana, dengan didampingi Kadis Pariwisata Siak Fauzi Asni, Kasatpol PP Kaharuddin dan Staf Ahli Bupati Hendrisan, Syamsuar mengumpulkan semua penjaga yang bertugas di lingkungan istana. Untuk mendapatkan informasi lengkap dari petugas terkait insiden kebakaran itu, Syamsuar sengaja menggelar pembicaraan tertutup. Setelah 30 menit, 

Syamsuar mengintruksikan, mulai Rabu ini, Istana Siak kembali dibuka untuk umum. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas penjaga akan ditambah. Lalu, alat CCTV yang ada dalam istana akan ditambah dan yang tidak berfungsi segera diganti. 

"Pengunjung yang datang akan dibatasi jumlahnya, maksimal 80 orang yang boleh masuk istana. Artinya, dengan kejadian ini kita lebih hati-hati lagi menjaga warisan kerajaan siak ini," ujarnya. (adi fadhilahi akbar)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus