Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Pasca Pengusiran Ustad Abdul Somad di Bali, Ormas Islam Gelar Aksi di Pura Agung Batam

Sabtu, 09 Desember 2017

Ormas Islam berkumpul di Pura Agung Amertha Buana. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

BATAM-Puluhan massa gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam dari LPI Batam, Garda Petir (Pemuda Timur), Gerak Keris dan Hulu Balang Batam menggelar aksi damai di Pura Agung Amertha Buana, Sei. Ladi, Sekupang, Batam, Sabtu (9/12/2017) siang.

Aksi spontanitas puluhan massa ormas yang dikoordinir Ketua LPI Batam Sunarto menyambangi tempat ibadah umat Hindu itu buntut dari penghadangan ustad Abdul Somad di Bali, Jumat (8/12/2017) lalu oleh sekelompok masyarakat Bali.
 
Tepat pukul 13.00 Wib siang, gabungan ormas Islam membentangkan spanduk di areal Pura Agung bertulisan "Pesan toleransi dari Bumi Melayu, kita bersaudara dalam bingkai nusantara. Kita semua satu hati dalam NKRI harga mati !!!. Mari saling menghormati silaturahmi antar putra-putri pertiwi di Batam, Kepri"

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji membenarkan aksi spontanitas sejumlah ormas Islam di Pura Agung Sei Ladi, Batam. "Sekitar pukul 13.30 Wib, LPI dan ormas lainnya melakukan pertemuan di areal Pura untuk membahas apa yang telah terjadi di Bali," kata Kompol Oji kepada fokusriau.com, Sabtu (9/12/2017) sore.

Aliansi umat Islam Batam Bersatu (AUIBB) Erwin Abu Gaza dalam pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya datang ke sini (pura) bukan bermaksud lain. Pihaknya akan menunjukan kepada umat Hindu di Batam, meskipun minoritas tetap dihormati dan hidup harmonis.

"Semoga kehadiran kami tidak disalah artikan oleh pengurus pura dan semoga aksi penghadangan ustad Abdul Somad merupakan aksi terakhir dan tidak terjadi lagi ke depan, karena tidak ada manfaatnya," kata Erwin.

Sedangkan Ketua LPI Batam Sunarto mengajak seluruh masyarakat bersatu untuk menyikapi adanya batu-batu kecil yang dapat memecah negara ini.  "Kami berharap agar bukan ormas Islam saja yang menyampaikan keharmonisan umat beragama di Batam. Melainkan pihak pura juga dapat ikut serta dalam berpartisipasi melaksanakan hal tersebut," pintanya.

Muslimin dari Garda Petir Batam menyatakan, aksi ini untuk menunjukan kalau kehidupan beragama di Kepri kondusif dan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Menyikapi aksi tersebut, pengurus Pura Agung Amertha Buana Batam I Made mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan untuk hidup dan menjalankan ibadah di Batam. "Kami menyesalkan dan menyayangkan apa yang terjadi di Bali. Karena hal itu bukanlah cerminan ajaran agama Hindu. Atas kejadian tersebut kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Made.

Dia berjanji akan menyampaikan pesan aksi ormas Islam Batam kepada saudara-saudara yang ada di Bali, agar tidak terjadi lagi ke depan di seluruh Indonesia.

Kasat Binmas Polesta Barelang Kompol Dalimunthe mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai pancasila. "Dan seluruh agama yang ada pastinya mengajarkan hal-hal yang baik," ucapnya.  (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus