Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Pasca Temuan Jejak Kaki Harimau di Kampar, BBKSDA Riau Masih Lakukan Observasi

Rabu, 11 Juli 2018

Tim Quick Response BBKSDA meninjau lokasi jejak kaki harimau. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih terus melakukan observasi lapangan soal temuan jejak diduga milik Harimau Sumatera di kebun karet warga di Desa Koto Tuo, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu.

"Tim masih berada di lokasi. Terus berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Masih kita lakukan observasi mendalam," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Rabu (11/7/2018) sore.

Menurut Suharyono, pihaknya akan mencoba melakukan pemasangan umpan, khususnya di lokasi yang disinyalir menjadi jalur perlintasan harimau tersebut. "Kalau memang di situ jalurnya, pasti umpan akan dimakan. Maka dari itu akan kita coba pasang dulu," ungkapnya.

Ditambahkan, sejauh ini pihaknya bersama aparat dan warga desa lainnya, belum menemukan adanya jejak atau tanda-tanda kemunculan harimau lainnya.

Sebelumnya, kemunculan Harimau Sumatera di Desa Koto Tuo, Kabupaten Kampar, Riau telah menimbulkan kecemasan bagi masyarakat. Untuk itulah, BBKSDA Riau langsung merespon. Selasa kemarin, Tim Quick Response BBKSDA terjun ke lokasi yang dimaksud.

Dari hasil pengecekan, tim memang menemukan jejak yang di duga jejak Harimau Sumatera. Diduga sudah ada sejak beberapa hari yang lalu. Tim juga sempat mengecek ke lokasi lain. Terutama ke lokasi yang disinyalir menjadi tempat perjumpaan seorang warga dengan harimau. Namun saat dicek, tim BBKSDA Riau tidak menemukan ada jejak atau tanda kemunculan harimau lainnya.

Tak hanya melakukan pengecekan, tim dari BBKSDA Riau ini menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan memberi pengetahuan tata cara serta tindakan darurat apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat apabila berjumpa dengan harimau.

"Tim juga bekerjasama dengan aparat desa untuk menenangkan dan meminimalisir keresahan di masyarakat," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono.

Menurut Suharyono, tim saat ini masih melakukan pendalaman guna memastikan keberadaan harimau tersebut. "Tim menyarankan aparat desa untuk menyiapkan umpan di lokasi yang dijumpai harimau. Apabila umpan dimakan, maka segera untuk menghubungi tim di lapangan. Hal ini diperlukan untuk pengambilan langkah-langkah penanganan lebih lanjut ke depan," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus