Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Pastikan Lebih Efektif, Pemerintah Perketat Penyaluran Beras Sejahtera

Kamis, 07 Desember 2017

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA-Pemerintah memastikan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2018 bisa berjalan lebih efektif dibandingkan tahun ini. Pemberian bantuan akan diperketat, sesuai nama dan alamat yang tercantum dalam data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Jadi tidak salah sasaran, diterima sesuai dengan yang menjadi penerima haknya pada 2018," kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Rabu malam.

BPNT dimaksud seperti pemberian beras sejahtera (Rastra) dan bahan pangan. Saat ini, menurut Puan, pihaknya masih terus melakukan verifikasi data KPM. Sepanjang tahun ini, pemerintah melaksanakan BNPT di 44 kota secara bertahap. Selanjutnya, pemerintah bakal menambah luasannya hingga 317 kabupaten atau kota.

Tahun ini, pemerintah telah mengonversi bantuan rastra menjadi bantuan pangan untuk 1,2 juta KPM dari total 15,6 juta KPM. Sementara, sisanya sekitar 14,4 juta masih menerima subsidi rastra. "Tahun depan itu penerima rastra akan terkonversi di dalam subsidi rastra dan bantuan pangan," terang Puan dilansir fokusriau.com dari cnnindonesia.com.

Puan menegaskan, penerima bantuan rastra tahun depan tidak perlu membayar karena bukan lagi bersifat subsidi, melainkan bansos. 

Seperti diketahui, penerima bantuan rastra tahun ini dikenakan biaya Rp1.600 per kilogram (kg). Artinya, masyarakat masih harus mengeluarkan uang setidaknya Rp24 ribu untuk mendapatkan 15 kg beras.

Jika tahun ini penerima bantuan pangan baru menyentuh 1,2 juta KPM, maka pemerintah tahun depan menargetkannya hingga 10 juta KPM. Namun, hal itu dilakukan secara bertahap. "Sekarang kami melakukan pemetaan agar lebih detil lagi," imbuhnya. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus