Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Pasukan PBB Kekurangan Perangkat Militer

Rabu, 21 Maret 2012


Pasukan Penjaga Perdamaian dari PBB tidak akan mampu menanggulangi sendirian berbagai permasalahan di berbagai wilayah konflik. Untuk itu, PBB perlu bantuan tenaga dan perlengkapan militer dari negara lain untuk membantu mereka dalam upaya menciptakan perdamaian.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, dalam pidatonya pada Jakarta Internasional Defense Dialog di JCC, Senayan, Rabu 21 Maret 2012. Menurutnya, saat ini PBB mengalami kekurangan perangkat, di antaranya helikopter dan tenaga ahli.

"Operasi perdamaian PBB saat ini kekurangan sedikitnya 44 helikopter tempur lagi. Ini sangat diperlukan dalam melindungi warga sipil, terutama di beberapa wilayah terpencil, dengan sedikitnya akses jalan dan berbahaya," kata Ban.

Selain butuh helikopter, Ban juga mengatakan bahwa mereka masih kekurangan tenaga personel polisi, dan para ahli di bidang penegakan hukum dan reformasi sektor keamanan, kehakiman dan pemasyarakatan.

Untuk itu, ujarnya, PBB memerlukan bantuan dari berbagai negara dalam melakukan tugas perlindungan mereka. "Saya mendesak anda untuk mencari tahu apa yang bisa anda sumbangkan," kata Ban.

Kontribusi internasional sangat vital dalam berbagai misi perdamaian PBB. Dia mencontohkan betapa bantuan helikopter oleh Ukraina saat krisis di Pantai Gading membantu PBB dalam melindungi rakyat sipil.

"Kami mungkin gagal tanpa kontribusi satu negara: Ukraina, yang meminjamkan kami tiga helikopter tempur di saat kritis. Dengan helikopter tersebut, dan bantuan tentara Prancis, kami mampu mencegah tentara pemerintah membunuh warga sipil dan pasukan kami," ujar Ban.

Peristiwa yang dimaksud Ban adalah perebutan kekuasan di Pantai Gading usai pemilu. Presiden terpilih tidak dapat berkuasa karena presiden sebelumnya yang kalah dalam pemilu, menolak turun dan mempertahankan istananya dengan menyewa tentara bayaran dan memanfaatkan isu etnis. Banyak warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Saya mendapatkan pelajaran penting dari peristiwa ini, bahwa persatuan komunitas internasional dan kemampuan dalam membantu PBB untuk melaksanakan tugasnya sangat penting," kata Ban.


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus