Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pelabuhan Peti Kemas Pelindo Belum Diminati Pengusaha

Sabtu, 04 Mei 2013


DUMAI-Sejauh ini, keberadaan pelabuhan peti kemas yang berada di Dermaga C PT Pelindo I Cabang Dumai, masih belum terlalu diminati para pengusaha. Padahal, keberadaan pelabuhan tersebut menawarkan harga yang lebih ekonomis dan lebih rendah dibanding pelabuhan lainnya.
 
Humas PT Pelindo I Cabang Dumai, Harlem Susanto mengatakan, bongkar muat melalui pelabuhan peti kemas dinilai lebih efisien dari sisi waktu, sehingga nilainya lebih murah dibandingkan dengan pelabuhan non peti kemas atau pelabuhan dengan sistem curah.
 
Keuntungan lainnya, bagi kalangan dunia usaha tentu dari sisi efisiensi lebih cepat dan murah karena sebelumnya dengan sistem curah bisa berhari-hari, namun dengan menggunakan peti kemas hanya dalam hitungan jam.
 
Sejak Desember 2012 lalu, menurut Harlem, baru empat kapal saja yang bersandar di pelabuhan PT Pelindo I Cabang Dumai tersebut. Terakhir, Senin (30/4) lalu, kapal MCL Perdana dari Port Klang, Malaysia berukuran 40 feet berlabuh dengan membawa 29 box peti kemas. “Biasanya untuk sistem curah membutuhkan waktu berhari-hari proses bongkar muatnya, namun dengan memanfaatkan pelabuhan peti kemas hanya memakan waktu enam jam. Kita berharap, keberadaan peti kemas dapat dimanfaatkan pelaku dunia usaha karena lebih ekonomis,” kata Harlem, Jumat (3/5) di Dumai.
 
Disebutkan, kendati sejauh ini pelabuhan peti kemas sudah beroperasi kurang lebih dua tahun hadir, namun kurang mendapat respon baik. Padahal dari sisi sarana dan prasarana dinilai sudah cukup mumpuni. Penyebabnya, menurut Harlem, soal komoditi dan infrastruktur.
 
“Perhitungan bisnis memang dengan keberadaan pelabuhan peti kemas ini kita kita tidak dapat apa-apa, karena tidak ada barang atau komoditi yang mau dibawa ke Dumai atau bahkan sebaliknya. Berbeda dengan daerah-daerah lain yang juga punya pelabuhan sama,” ungkap Harlem.
 
Faktor kedua adalah mengenai insfratuktur. Harlem menjelaskan, secara gografis Dumai berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga. Selain itu, kedalaman perairan di sekitar Dumai seharusnya menjadikan daya tarik bagi dunia usaha. Namun dua hal ini tidak cukup karena secara insfratuktur terutama jalan di Dumai belum memadai.
 
“Padahal pengiriman barang ke daerah-daerah di Sumatera bisa terpusat melalui pelabuhan Dumai. Hanya saja dari sisi infrastruktur belum mendukung,” tukasnya. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus