Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Pelajar SMP Dicekoki Miras, Ini yang Terjadi Usai Dirinya Mabuk Berat

Sabtu, 19 Oktober 2019

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Jember. Kekerasan seksual itu menimpa dua remaja di Kecamatan Balung. Satu dari dua remaja itu mengaku dicekoki minuman beralkohol (minuman keras), kemudian dipaksa berhubungan badan dengan empat orang.

Sedangkan satu remaja lagi mengaku (berusia 18 tahun) tidak sadar akibat dicekoki minuman beralkohol, sehingga tidak tahu lagi apa yang terjadi pada dirinya. Diduga, remaja ini juga mendapatkan tindak kekerasan seksual. Peristiwa itu terjadi, Rabu (16/10/2019) dan dilaporkan ke Mapolsek Balung oleh orang tua korban.

Polisi pun melakukan penyelidikan. Dari keterangan dua orang korban, ada enam orang yang mencekoki mereka minuman keras di sebuah tempat di Kecamatan Bangsalsari.

Dua orang remaja berada di tempat itu setelah dijemput oleh salah satu dari enam orang tersebut. Setelah dicekoki minuman keras, ada empat orang yang memaksa salah satu remaja yang masih duduk di bangku SMP (berusia 15 tahun) untuk melakukan hubungan badan.

Dari pemeriksaan itu, polisi menangkap tiga orang dari enam orang yang diduga terlibat. Tiga orang yang ditangkap semuanya warga Kecamatan Bangsalsari. Mereka adalah berinisial Hm (21), RM (17), dan Hy (22), memiliki peran masing-masing.

Dari interogasi sementara, dari ketiga orang itu, hanya Hm yang memaksa berhubungan badan. Sedangkan Hy bagian menjemput dua remaja. Sedangkan RM  ada di lokasi kejadian. Ketiga orang itu sudah diamankan di Mapolsek Balung. 

Sedangkan tiga orang lagi kini buron. Namun polisi telah mengantongi identitas mereka. Ketiganya diduga kuat ikut memaksa berhubungan badan terhadap remaja tersebut.

Kapolsek Balung AKP Miftahul Huda mengatakan, pihaknya menangani awal laporan itu karena warga melaporkannya ke Mapolsek Balung. "Kini kasus ini kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskim Polres Jember," ujar Huda, Jumat (18/10/2019).

Huda menuturkan, tindak kekerasan seksual itu terjadi setelah sebelumnya dua orang korban dicekoki minuman keras oleh pelaku yang rata-rata berusia antara 16 tahun hingga 25 tahun. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus