Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Pemerintah akan Normalisasi 9.450 Meter Sungai di Rohul

Rabu, 17 April 2013


PASIR PENGARAYAN-Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, tahun ini telah mengalokasikan dana senilai Rp2 miliar untuk program normalisasi sungai di Rohul. Normalisasi dilakukan guna mencegah terjadinya abrasi pada pingiran beberapa sungai di Rokan Hulu, akibat tingginya curah hujan dan kuatnya arus sungai.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rokan Hulu, Eri Islami melalui Kepala Bidang Pengairan, Khoirul Fahmi kepada wartawan, Rabu (17/5) mengatakan, program normalisasi sungai yang dialokasikan tahun ini merupakan usulan masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Sehingga tahun ini, pengerjaan normalisasi sungai sudah bisa dilaksanakan.

Direncanakan, pekerjaan normalisasi akan dikerjakan dengan cara swakelola, terutama untuk pengerukan dasar sungai akibat pendangkalan. Karena banyaknya permohonan masyarakat yang masuk ke Dinas BMP, sehingga dana yang telah dialokasikan sebesar Rp2 miliar tersebut tidak mencukupi.

Namun demikian, Dinas BMP akan berusaha mengakomodir semua usulan yang telah dimasukkan masyarakat. Dana yang dialokasikan hanya sebesar Rp2 miliar dan hanya bisa untuk mengerjakan normalisasi sungai sepanjang 9.450 meter.

"Kita sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk kegiatan normaslisasi sungai. Namun dilihat dari banyaknya usulan masyarakat yang masuk, kemungkinan dana itu tidak mencukupi untuk mengerjakan semua usulan. Meski begitu, kita tetap berusaha mengakomodir semuanya," kata Khoirul.

Dikatakan, untuk pengerjaan swakelola normalisasi dan pengkerukan daerah aliran sungai (DAS) sudah mulai dikerjakan pada beberapa titik, seperti Sungai Batang Lubuh, Kota Pasir Pengarayan dan beberapa sungai kecil di Desa Rambah Baru, Rambah Tengah Utara, Rambah Hilir dan di Desa Intan Makmur, Kecamatan Kunto Darussalam.

Dampak positif dari program pengerukan sungai tersebut sudah dirasakan masyarakat di kawasan sungai yang selama ini menjadi daerah rawan banjir, seperti di Kecamatan Kunto Darussalam dan Kepenuhan. "Diharapkan program normalisasi sungai tersebut bisa mengurangi banjir yang terjadi, terutama di wilayah yang rawan banjir," kata Khairul. (epi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus