Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Pemerintah Didesak Naikkan Statuts Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Minggu, 22 September 2019

Karhutla di Riau. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal mendesak pemerintah menaikkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional. Sebab, kejadian ini tidak hanya dirasakan masyarakat Pekanbaru, Riau saja, melainkan masyarakat Jambi, Sumsel dan Kalimantan.

"Pemerintah cepat lah mengumumkan ini sebagai bencana nasional yang tidak hanya tanggap darurat, tanggap darurat saja," kata Nofrizal, Minggu (22/9/2019).

Dikatakan, bila karhutla menjadi bencana nasional, paling tidak pembahasan-pembahasan mengenai kebakaran hutan akan masuk dalam pembahasan nasional. Sehingga pusat perhatian akan berada di sekitar daerah terdampak.

"Ini kan tidak. Lihat di televisi nasional liputan tentang asapnya cuma sekilas. Mohon maaf saja. Terkesan pejabat di pusat menyepelekan langit sudah biru, udara sudah cerah kok malah gitu," ulasnya.

"Karena yang kita harapkan tindakan tegas. Kita melihat ke sini kalau seandainya dibuat menjadi sebuah bencana semua mata memandang kemari. Bayangkan saja sumatera dan kalimantan terbakar kok malah dianggap biasa biasa saja," tambahnya.

Di samping itu, dia meminta Kementerian Kesehatan turun tangan mendampingi masyarakat yang terdampak kabut asap di daerah karhutla. Sebab, hampir selama sebulan penuh masyarakat di sana merasakan pusing hingga penyakit lainnya.

"Bayangkan saja, Pekanbaru selama satu bulan kepala itu pusing. Kepala pusing, mual, napsu makan berkurang ini kan dampaknya luar biasa ke depan dan ini tidak pernah dibahas," tukasnya. (*)


 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus