Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Pemerintah Tutup 243 Perguruan Tinggi Swasta Bermasalah di Tanah Air

Selasa, 19 Februari 2019

Menristekdikti usai kunjungi KPK. (Foto:Liputan6.com)

JAKARTA-Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah telah menutup 243 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Tanah Air. Penutupan dilakukan karena PTS tersebut dianggap bermasalah dan tidak mematuhi peraturan.

"Izin operasional PTS itu dibekukan, sehingga lembaga pendidikan tersebut tidak dibenarkan lagi menerima mahasiswa baru," kata Nasir usai menjadi pembicara utama pada Sidang Paripurna Majelis Senat Akademi PTNBN 2019 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara di Medan, Senin (18/2/2019).

Kemenristekdikti mencabut izin PTS setelah melakukan berbagai pertimbangan dan kajian, serta tidak mungkin lagi dipertahankan. "PTS tersebut, dihentikan beroperasi karena melakukan pelanggaran yang cukup berat dan mengeluarkan ijasah Strata (S-1) palsu, serta memperjualkan belikan dokumen penting tersebut," ujar Nasir.

Disebutkan, PTS tersebut, tidak dapat berkembang lagi dan kekurangan mahasiswa, tidak memiliki lahan/tanah untuk dibangun gedung kuliah. Kemudian, PTS yang tidak memenuhi persyaratan, beberapa kali mendapat peringatan dari Kemenristekdikti dan kesalahan lainnya.

"Kemenristekdikti tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap PTS, sehingga dapat lebih maju dan berkembang," tuturnya.

Ketika ditanyakan PTS yang ditutup di wilayah Sumatera Utara, Nasir mengatakan tidak mengetahuinya. "Silakan tanyakan saja kepada Kopertis Wilayah I Sumut, karena institusi itu yang mengetahui PTS-PTS itu," kata dia.

Sebelumnya, menurut Nasir, kuliah secara 'online' atau pembelajaran secara daring dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di perguruan tinggi. "Kuliah online tersebut merupakan pembelajaran baru, dan tengah diuji coba oleh tujuh perguruan tinggi di Tanah Air," kata dia.

Uji coba pembelajaran secara daring atau 'e-learning', menurut dia, mulai dilaksanakan pada awal Februari 2019. "Diharapkan pembelajaran melalui online, dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi, dan termasuk pada Universitas Sumatera Utara," tukasnya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus