Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

Pemkab Inhil Bersama Forkompinda Deklarasikan Sikap Tolak Aksi Terorisme

Kamis, 17 Mei 2018

Pj Bupati Rudiyanto menyaksikan penandatanganan deklarasi. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HILIR-Pemkab Inhil bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) mendeklarasikan sikap bersama menolak aksi terorisme yang belakangan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Aksi teror yang terjadi beruntun di beberapa daerah di Indonesia, membuat banyak pihak geram, termasuk Pemkab dan Forkompinda Inhil yang menganggap terorisme sebagai perbuatan keji dan biadab. Berdasarkan hasil konsensus bersama,  Pemkab dan Forkompinda Inhil kemudian membangun komitmen menolak, memerangi dan mewaspadai aksi teror.

"Tetap waspada, seandainya ada hal ataupun gerak gerik mencurigakan dari seseorang atau sekelompok orang. Bila ada segeralah melapor kepada kepolisian," pesan Pjs Bupati Inhil Rudiyantousai rapat koordinasi Pemerintah Daerah di Tembilahan, kemarin.

Saat ini, Kabupaten Inhil masih dalam kondisi aman. Kendati demikian, aksi teror banyak terjadi secara tiba-tiba. Sehingga mengharuskan seluruh elemen masyarakat Inhil tetap waspada. "Masyarakat diminta tenang, tidak menimbulkan isu yang bisa memicu ketakutan," ajaknya.

Diakui, pihaknya telah menginstruksikan seluruh komponen aparatur negara untuk senantiasa mengawasi lingkungannya. Bahkan, instruksi tersebut telah disampaikan hingga pada tingkat RT dan RW. Atas serangkaian serangan teror yang memakan banyak korban jiwa belakangan ini, Pj Bupati atas nama pemerintah menyampaikan belasungkawa dan mendoakan para korban yang tidak berdosa dapat diterima di sisi Allah SWT.

Sementara itu, deklarasi penolakan aksi terorisme secara tertulis telah dituangkan dalam delapan klausul sebagai berikut:

1. Pemerintah Kabupaten Inhil, Forkopimda, OPD terkait serta masyarakat Inhil turut berduka cita dan berbelasungkawa atas korban yang meninggal dunia dan korban yang luka - luka.

2. Mengutuk tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan yang terjadi di Mako Brimob, bom bunuh diri di Gereja - Gereja Surabaya dan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur.

3. Mengimbau kepada masyarakat Inhil untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya aksi terorisme di wilayah Inhil dan dapat menahan diri dari provokasi atas peristiwa yang telah terjadi.

4. Memberikan dukungan sepenuhnya kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas kejadian ini dan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku sesuai peraturan yang berlaku.

5. Memberikan dukungan sepenuhnya kepada sikap pemerintah untuk memberantas terorisme dengan menggunakan seluruh instrumen, baik hukum, politik, ekonomi, sosial budaya dan menggunakan seluruh kekuatannya, baik TNI, Polri maupun birokrasi serta dukungan masyarakat secara luas.

6. Meminta DPR RI agar segera mengesahkan Undang - Undang Anti Terorisme.

7. Mengimbau kepada media massa, baik elektronik, cetak dan sosial media lainnya untuk menyajikan berita mengenai kejadian ini secara proporsional dan tidak provokatif serta tidak menyebarkan berita hoax.

8. Meminta kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan seluruh masyarakat Inhil agar tidak menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan menyebarkan foto maupun video korban bom kepada pihak lain dan tetap menjaga suasana aman, damai dan kondusif di Kabupaten Inhil.(adv/diskominfo) 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus