Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Pemkab Lingga Kepri Jadikan Tradisi Mandi Safar Sebagai Objek Wisata Baru

Kamis, 16 November 2017

Asisten III Abdurrakhman mengikuti prosesi mandi safar. (Foto:Indra/FokusRiau.Com)

LINGGA-Pemerintah Kabupaten Lingga akan menjadikan tradisi mandi safar sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Mandi di bulan Syafar atau Mandi Safar di negeri berjuluk Bunda Tanah Melayu tersebut selama ini menjadi tradisi masyarakat secara turun temurun.  

“Tradisi Mandi Safar sudah dilaksanakan sejak zaman Sultan Riau Lingga, Sultan Abdulrahman Muazamsyah yang memerintah tahun 1883-1911,” kata Asisten III Pemkab Lingga Abdurrakhman kepada wartawan kala membuka kegiatan mandi safar di objek wisata Lubuk Papan, Daik Lingga, kemarin.

Pria yang kerap disapa Alang Dul ini mengatakan, kegiatan mandi safat sudah menjadi agenda rutin pemkab Lingga. Karena pihaknya, menyadari kegiatan mandi safar berpotensi menjadi objek wisata baru tang menarik, khususnya wisata sejarah dan budaya. 

“Sekaligus kegiatan mandi safar juga untuk meningkatkan silaturahmi, baik dengan sesama tetangga maupun dengan keluarga serta masyarakat lainnya. Makna sosial yang diambil dari kegiatan ini adalah terjalinnya hubungan silaturahmi antar keluarga dan masyarakat yang ditandai dengan kekompakan dan kebersamaan,” ujarnya.

Dijelaskan, makna lain yang bisa dipetik dari acara Mandi Safar sebagai sarana untuk introspeksi diri. Baik secara lahiriah maupun secara batiniah dan mengharapkan Ridho Allah SWT, sang pencipta.

“Kegiatan mandi safar juga untuk melestarikan budaya lama yang sudah ada di daerah ini sejak ratusan tahun yang lalu. Bulan Safar dikenal sebagai bulan naas, jadi perlu menjadi intropeksi bagi seluruh kalangan. Tradisi menolak bala dari seluruh marabahaya ini harus tetap kita jaga dan lestarikan,” ungkapnya. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus