Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pemkab Siapkan Rp10 Miliar Untuk Program Raskin Otonomi

Kamis, 09 Mei 2013


BENGKALIS-Sejumlah kepala desa mengeluhkan pengurangan jumlah penerima beras miskin tahun ini. Kondisi tersebut membuat kades kesulitan membagikan raskin, karena antara jumlah masyarakat miskin di setiap desa dengan kuota yang ditetapkan pusat berbeda jauh.

Seperti yang terjadi di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis. Di sini, jumlah warga miskin mencapai 400-an, sementara kuota atau jatah raskin hanya sekitar 150-an orang saja. Akibatnya, kepala desa sampai sekarang belum mengambil raskin ke kecamatan.

“Rencananya, saya akan dudukkan dulu persoalan tersebut bersama RW/RT dan warga penerima yang ada dalam data. Kalau warga yang namanya masuk data sebagai penerima bersedia berbagi dengan warga yang tidak masuk data, maka akan kita bagikan dengan cara mengurangi jatah raskin yang ditetapkan. Bila mereka keberatan, terpaksa yang tidak masuk data tidak kebagian,” kata Kepala Desa Kelapapati, Yulisman kepada wartawan, Kamis (9/5).

Terkait berkurangnya jatah beras miskin bagi keluarga kurang mampu di Bengkalis, Kepala Bagian Ekonomi, Hamdan, Rabu (8/5) mengatakan, setiap tahun memang terjadi pengurangan kuota raskin. Menyikapi hal itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp10,2 miliar untuk program raskin otonomi untuk warga yang belum menerima raskin biasa.

Total yang akan diberikan raskin otonomi, menurut Hamdan, sebanyak 7.000 keluarga. Hanya memang beras tersebut belum bisa atau tidak bisa didistribusikan serentak dengan raskin nasional, karena berkaitan dengan anggaran Bengkalis.

“Setiap tahun memang terjadi pengurangan, Pemkab Bengkalis mewanti-wantinya dengan program raskin otonomi. Untuk tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp10,2 miliar untuk 7.000 warga miskin,” kata Hamdan.

Memang data yang ada saat ini, menurut Hamdan tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Kuota raskin yang diberikan tidak sebanding dengan jumlah warga yang berhak menerimanya. Data keluarga miskin, menurut Hamdan ditetapkan Menko Kesra berdasarkan hasil verifikasi data yang disampaikan BPS. Data awal yang disampaikan BPS Bengkalis terdapat 28.280 rumah tangga miskin. Data tersebut diteruskan ke BPS Pusat dan diserahkan ke TNP2K. Selanjutnya data tersebut diverifikasi Menko Kesra.

Raskin tahun ini, kata Hamdan diperuntukkan kepada 19.987 rumah tangga miskin. Sedangkan tahun 2012 lalu berjumlah 22.399 rumah tangga miskin. “Artinya, terjadi pengurangan beberapa ribu. Kekurangan itulah yang akan kita tutupi dengan program raskin otonomi sekitar 7.000 rumah tangga miskin,” tukasnya. (dal)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus