Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Berencana Terapkan Jam Malam, Antisipasi Wabah Corona

Sabtu, 04 April 2020

Walikota Pekanbaru DR Firdaus MT. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pemerintah Kota Pekanbaru berencana memberlakukan jam malam kepada masyarakat. Keputusan tersebut diambil melalui rapat bersama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di posko tim gugus, Sabtu (4/4/2020) dan segera diusulkan ke pemerintah pusat. 

Walikota Firdaus MT yang langsung memimpin rapat menyampaikan, kebijakan pemberlakuan jam malam menyusul arahan pusat agar di daerah juga memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kita berencana memberlakukan jam malam, masyarakat boleh di luar rumah sampai jam 20.00 malam, kemudian baru bisa keluar rumah jam 05.00 pagi," kata Firdaus di jeda rapat yang diselenggarakan dari pagi hingga sore tersebut.

Dikatakan, pemberlakuan jam malam sebenarnya lebih kepada imbauan untuk masyarakat, agar tidak lagi berada di luar malam hari, terutama bagi mereka yang tidak ada kegiatan penting.

"Bahasa awamnya jam malam, tapi sebenarnya bukan jam malam. Ini lebih kepada pembatasan gerak masyarakat, kita imbau agar jam 8 malam pulang lah. Setelah pulang kerja pulang beraktivitas di luar, jangan lagi berada di luar. Kita tidak membatasi perekonomian mereka, tetap bisa bekerja bagi yang harus di luar, cuma pulang kerja itu jangan lagi berada di luar, pulanglah ke rumah," papar Firdaus.

Namun demikian, pihaknya tidak akan menyamaratakan aturan tersebut bagi masyarakat yang memang pekerjaannya dilakukan pada malam hari. Ia mencontohkan pekerjaan seperti di pabrik, media cetak, tukang ojek online dan lainnya yang memang harus tetap berada di luar rumah untuk bekerja.

"Ojek online harus mengantarkan makanan pesanan masyarakat yang di rumah, perusahaan koran cetaknya malam hari, yang di pabrik juga ada yang bekerja malam, kalau itu tidak kita batasi, mereka tetap bisa bekerja. Yang kita batasi adalah yang keluyuran, berkumpul-kumpul, berada di luar dengan tidak ada tujuan yang jelas," ulasnya.

Ditanya pemberlakuan jam malam tersebut, Firdaus menyebut, pihaknya terlebih dulu mengajukan ke pusat melalui Pemprov Riau dan dengan kajian tim gugus tersebut.

"Ini bukan penetapan, tapi masih wacana kita. Nanti akan dibuat analisa dan kajian tim dulu, kemudian diajukan ke gubernur dan dilanjutkan ke pusat. Pemberlakuan akan dilakukan setelah mendapat izin dan persetujuan," ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya mengambil langkah tersebut karena masyarakat masih belum mengoptimalkan isolasi mandiri hingga saat ini. "Mencermati penyebaran penularan Covid-19 di Pekanbaru, hari ke hari terus bertambah, sampai pagi tadi kita sudah bertambah lagi sehingga menjadi 5 orang positif, demikian juga yang TDP. Pemetaannya, dari 12 kecamatan di Pekanbaru, ODP dan TDP sudah tersebar di 12 kecamatan di Pekanbaru," urainya.

Untuk positif Covid-19 tersebut di antaranya, ada 3 di Kecamatan Tampan, 1 Bukit Raya, dan 1 Tenayan Raya. Dari 5 positif tersebut, 1 orang sudah dinyatakan sembuh dan 4 lainnya masih dirawat.

"Kita lihat kesadaran masyarakat masih rendah. Kami mencatat 5 daerah yang masih sangat rendah kesadaran masyarakatnya, di antaranya adalah, Kecamatan Tampan, Marpoyan Damai, Bukit Raya dan Tenayan Raya, dan juga di sebagian di kawasan Kota Pekanbaru, masih sangat rendah kepedulian masyarakatnya akan masalah ini," ulasnya.

Dikatakan, kemungkinan masyarakat yang masih lalu lalang seperti hari biasa belum memahami bahwa ancaman berbahaya penularan Covid-19 tersebut. "Mungkin juga informasi belum diterima baik oleh masyarakat, karena itu pemerintah harus ambil sikap tegas dalam hal ini. Namun demikian, segala tindakan yang akan dilakukan tetap berdasarkan arahan pusat. Kepala daerah tidak bisa ambil kebijakan sendiri, tetap mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat," ujarnya.

"Kota kita seperti tidak ada ancaman apa-apa sehingga, mereka tetap keluar rumah seperti biasa. Artinya mereka belum memahami bahwa ancaman di luar rumah betapa dahsyatnya. Himbauan sudah 2 minggu kita lakukan, tapi angka masih meningkat, maka kita lakukan secara ketat lagi, bagaimana masyarakat lebih mengatur waktu untuk keluar rumah hanya untuk kebutuhan penting saja, melalui kebijakan ini," tuturnya.

Sabtu sore, jumlah pasien positif Covid-19 masih berjumlah 10 orang, sama seperti data sehari sebelumnya. "Untuk pasien positif masih sama dengan sehari sebelumnya. Saya belum ada terima data dari pusat kalau ada penambahan, masih tetap sama seperti kemaren. Kalau data lainnya bisa dilihat di website," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yopi, Sabtu sore. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus