Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Kejar Pajak Reklame Untuk Penuhi Target PAD Rp500 Miliar

Selasa, 12 Desember 2017

Reklame berseliweran di Pekanbaru. (Foto:Antara)

PEKANBARU-Badan Pendapatan Daerah Pekanbaru, Riau terus berupaya mengejar target pendapatan pajak reklame 2017 sebesar Rp500 miliar.

"Sampai akhir November, secara keseluruhan penerimaan dari sektor pajak reklame baru Rp436 miliar. Kami optimis, sampai akhir tahun bisa mencapai Rp500 miliar. Salah satu objek pajak yang sedang dimaksimalkan adalah reklame," kata Kepala Bapenda Pekanbaru Azharisman Rozie, kemarin di Pekanbaru.

Sejauh ini, pajak reklame merupakan objek pajak yang belum tergarap maksimal. Menurutnya, sampai November lalu, pajak reklame baru mencapai Rp20 miliar dari target Rp80 miliar.

Untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan penerimaan pajak reklame dengan tidak hanya fokus pada papan reklame besar, melainkan langsung memaksimalkan pajak reklame yang terpampang ada toko-toko.

Rozie mengatakan, sedikitnya ada 60.000 papan reklame yang terpampang pada toko-toko di Pekanbaru dan sejauh ini penerimaan pajaknya belum tergarap maksimal. Selama ini, pemerintah hanya mengejar pajak reklame yang berukuran besar-besar saja, seperti baliho dan Bilboard.

Sementara reklame yang kecil-kecil, seperti papan plang merek toko banyak yang terlewatkan. Padahal iklan merek toko yang terpasang di toko-toko tersebut jumlahnya cukup banyak. "Kami datangi masing-masing toko yang belum membayarkan pajaknya. Kita minta mereka untuk langsung membayarkan pajaknya di tempat," ujarnya.

Pihaknya akan mengambil tindak tegas sekiranya pemilik toko tidak membayar pajak. Dirinya mengkategorikan wajib pajak yang tidak membayar pajak reklame adalah ilegal.

Bapenda akan mencopot papan nama atau merek toko milik pelaku usaha yang tidak taat dalam membayarkan pajak reklamenya. Untuk tahap awal, pihaknya akan menyisir merek toko yang ada di sepanjang ruas Jalan Sudirman yang merupakan salah satu pusat bisnis di Pekanbaru. Setelah itu baru dilanjutkan ke ruas jalan protokol lainya di Pekanbaru.

Satu ruas jalan saja, jumlahnya bisa mencapai ribuan. Sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk melakukan penertiban dan pendataan. "Karena objeknya banyak, untuk sementara ini kita mengambil ruas Jalan Sudirman dulu. Untuk tahap awal ini kami akan sisir mulai dari Pelita Pantai sampai ke Jalan Kartini," ujarnya.

Saat melakukan penetiban dan pendataan, pihaknya langsung membawa surat ketetapan pajaknya. Sehingga wajib pajak diminta untuk langsung membayar pajak. Jika belum bisa pihaknya akan memberikan tenggat waktu untuk segera melunasi pajak reklamenya.

Wajib pajak yang belum membayarkan pajak diimbau segera membayar sesuai dengan ketetapan. Bila wajib pajak membandel, Bapenda akan memang stiker dan melakukan upaya paksa. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus