Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Pemprov Sumbar Mulai Selasa Besok Berlakukan Pembatasan Akses Masuk

Senin, 30 Maret 2020

Nasrul Abit. (Foto:Istimewa)

PADANG-Untuk mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan memberlakukan pembatasan akses masuk. Beberapa titik perbatasan Sumatera Barat akan dibatasi secara selektif.

Melalui pembatasan selektif ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat dan siapa saja yang masuk ke wilayah Sumbar.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seseorang yang akan masuk ke Sumbar memiliki kesehatan baik. Kondisi pendatang akan terus dipantau dengan data-data kesehatan mereka yang disebar ke kabupaten/kota.

"Rencananya pembatasan selektif tersebut akan diberlakukan, Selasa (31/3/2020) besok," ujar Wakil Gubernur Nasrul Abit.

Keputusan tersebut diambil setelah berdialog dengan bupati dan wali kota se Sumbar serta Forkopimda di Aula Kantor Gubernur, Minggu (29/3/2020).

Menurut Nasrul Abit, Pemprov Sumbar akan melakukan pembatasan selektif bagi setiap orang yang masuk ke Sumbar. Setiap pendatang akan didata dan akan dikirimkan datanya ke Satgas Kabupaten dan Kota untuk mengawasi kesehatan mereka.

“Kita minta seluruh pendatang dan perantau yang masuk ke Sumatera Barat mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing-masing,” tegas Nasrul Abit.

Pelaksanaan pembatasan selektif akan dilakukan tim terpadu di pintu masuk Sumatera Barat. Tim terpadu yang terdiri atas unsur Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan petugas kesehatan akan berjaga di perbatasan. "Mereka mulai 31 Maret hingga 13 April 2020 akan bekerja," ulasnya.

Titik perbatasan tersebut ada dua di perbatasan Pesisir Selatan (Bengkulu dan Kerinci), Kabupaten Limapuluh Kota (Riau), Pasaman (Medan dan Riau), Pasaman Barat, Dharmasraya (Jambi) dan Solok Selatan (Kerinci).

Diterangkan, jika ada yang terindikasi sakit, akan dikirimkan ke fasilitas kesehatan secara berjenjang. Namun, Mantan Bupati Pesisir Selatan ini tetap mengimbau agar perantau tidak pulang ke kampung.

“Kalau seandainya pulangpun, harus siap isolasi selama 14 hari di rumah masing-masing. Petugas kesehatan akan terus mengecek perkembangan kesehatannya. Jika terindikasi, akan dikirim petugas ke fasilitas kesehatan," tuturnya.

Politisi Gerindra ini berharap perantau dan pendatang memaklumi tindakan yang diambil Pemprov Sumbar. Menurutnya, hal itu untuk kebaikan bersama menjaga semua masyarakat di Sumatera Barat. “Mari jaga kesehatan diri, keluarga dan kita semua di Sumatera Barat,” tukasnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus