Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Pemuda di Kampar Riau Ditemukan Gantung Diri, Diduga Karena Persoalan Asmara

Kamis, 07 November 2019

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

KAMPAR-Diduga karena persoalan asmara, seorang pemuda di Riau ditemukan gantung diri di sebuah rumah kosong. Alasan tersebut terungkap dari selembar surat. Pemuda itu diketahui bernama Luhun yang diduga patah hati, karena hubungan dengan kekasihnya tidak direstui orang tua.

Luhun Parsaulian diketahui berusia 21 tahun. Dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di belakang sebuah rumah kosong di Perumahan Afdeling X PTPN V Kebun Terantam, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (6/11/2019).

Diduga pria tersebut gantung diri saat dini hari. Alasan pria tersebut gantung diri diketahui dari secarik surat yang ditinggalkannya dirumah dan dibaca oleh keluarga setelah kejadian.

Korban pertama kali ditemukan di belakang sebuah rumah kosong komplek Perumahan Afdeling X PTPN-V Kebun Terantam Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu, oleh saksi bernama Rijois Ratna Setia Hutasoit.

Korban diketahui telah tewas gantung diri saat Rijois Ratna baru bangun tidur lalu menuju ke kamar korban dan ternyata korban tidak ada di dalam kamarnya. Selanjutnya saksi yang merupakan kerabat korban menuju ke belakang rumah untuk menyuci piring, saat Rijois mencuci piring dia melihat kearah rumah kosong di sebelah dan terlihat korban sedang berdiri dekat pintu belakang rumah kosong.

Kondisi gelap Rijois sempat tak memperdulikan apa yang dilihat dan lanjut dengan kesibukannya. Tidak berapa lama datang saksi lainnya, yakni Iyustika Harefa dan menanyakan keberadaan korban kepada Rijois yang menjawab tidak tahu. Kemudian Iyustika pergi ke belakang rumah untuk cuci muka dan melihat korban seperti berdiri dekat rumah kosong disebelah.

Setelah itu, Iyustika masuk ke dalam rumah mengambil beras untuk memberi makan ayam. Saat memberi makan ayam ini Iyustika melihat korban kembali dan ternyata sedang tergantung dengan posisi berdiri.

Menyadari hal itu Iyustika masuk rumah dan memanggil suaminya serta tetangga sekitarnya. Bersama warga sekitar mengecek korban untuk memastikan keadaan. Setelah dicek ternyata benar bahwa korban tergantung pada seutas tali yang menjerat lehernya dan sudah tidak bernyawa lagi.

Kapolsek Tapung Hulu Iptu Try Widyanto Fauzal megatakan, Kamis (7/11/2019) sekitar pukul 07.15 wib anggota piket Polsek Tapung Hulu dihubungi pihak keamanan PTPN V memberitahukan telah ditemukan mayat yang diduga gantung diri.

"Atas informasi itu dirinya bersama anggota langsung menuju TKP untuk mengecek kejadian tersebut," ungkapnya.

Setelah dicek petugas ternyata benar ditemukan adanya mayat dalam posisi berdiri tergantung yang sudah tidak bernyawa lagi.

Atas kejadian tersebut petugas kemudian melakukan olah TKP dan mendapatkan surat dari keluarga yang katanya merupakan surat dari korban yang ditinggalkan di rumah. "Dari hasil pengecekan kami tidak menemukan tanda-tanda tindak kekerasan di tubuhnya, namun ditemukan tanda-tanda layaknya orang bunuh diri seperti keluarnya sperma," tuturnya.

Usai menurunkan korban gantung diri petugas kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Tandun untuk dilakukan Visum.

Dari hasil visum sementara oleh petugas medis yang menerangkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 6 jam yang lalu dan terdapat bekas goresan tali di bagian lehernya dengan bentuk V serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. (*) 



 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus