Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Pendapatan Sopir Lansir Berkurang Akibat Harus Antrian Solar

Rabu, 24 April 2013


DUMAI-Sopir lansir angkutan barang mengeluh, karena pendapatan mereka jauh berkurang dibanding beberapa minggu lalu. Penyebabnya, waktu mereka banyak tersita dengan antrian untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Coco Jalan Sultan Syarif Kasim Dumai.

Sopir lansir truk colt diesel angkut barang dari pelabuhan ke gudang di kawasan pergudangan Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Boy mengaku kehilangan pendapatan sekitar Rp80 ribu setiap harinya. Menurutnya, hari ini dia sudah mengantri sejak pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB di SPBU Coco demi untuk memperoleh solar yang sejak beberapa waktu terakhir langka. 

Karena stok solar kosong, puluhan kendaraan terpaksa harus antri sampai mencapai panjang hampir 2 kilometer di Jalan Putri Tujuh. “Kami sudah ngantri empat jam di sini dan tidak bisa bekerja memuat dan melansir barang dari pelabuhan ke gudang. Kondisi ini jelas membuat pendapatan kami berkurang, dibanding hari normal,” papar Boy, Rabu (24/4) di Dumai.

Untuk kegiatan lansir barang pada hari normal, menurut Boy, dalam sehari bisa memperoleh uang sekitar Rp120 ribu. Namun sejak harus antri BBM, Boy mengaku hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp50.000 saja atau hanya sekali lansir saja.

Para supir truk lansir ini terpaksa harus antri panjang, di bawah panas terik matahari. Para sopir ini berharap, pemerintah secepatnya mengendalikan kondisi pasokan solar agar kembali normal, sehingga tidak menghambat aktivitas kerja dan ekonomi masyarakat.

Kepala SPBU Coco, Heri Cahyadi ketika dikonfirmasi mengatakan, antrian kendaraan yang ingin memperoleh solar karena pasokan BBM berkurang, namun karena terjadi penumpukan kendaraan yang tidak mendapatkan solar pada SPBU di sepanjang Jalan Lintas Dumai- Pekanbaru.

SPBU Coco, menurut Heri, setiap harinya mendapatkan pasokan BBM jenis solar sebanyak 18 kilo liter hingga 24 kiloliter per hari. Antrian terjadi ketika solar subsidi dijual seharga Rp4.500 perliter dan untuk kendaraan roda empat ke bawah dijatah maksimal Rp150 ribu. Sedangkan kendaraan roda empat ke atas diberikan solar dengan kapasitas maksimal Rp400 ribu per unit kendaraan.

“Kuota solar tidak ada masalah, karena masih normal. Kami tetap menerima antara 18 ton hingga 24 ton setiap hari. Penumpukan kendaraan di SPBU Coco terjadi karena saat ini kendaraan tidak lagi mendapatkan solar di sejumlah SPBU sepanjang jalur lintasan Dumai Pekanbaru yang kemungkinan mengalami pengurangan stok,” kata Heri.

Untuk mengendalikan antrian kendaraan supaya tidak menghambat aktivitas masyarakat umum di Jalan Putri Tujuh, selain menempatkan petugas pengaturan kendaraan, pihaknya juga menerapkan rekayasa pengaturan antrian di lingkungan SPBU. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus