Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Pengadilan Negeri Pelalawan Riau Gelar Sidang Perkara Karhutla dengan Telekonfrence

Kamis, 26 Maret 2020

Sidang dengan Telekonfrence. (Foto:Istimewa)

PELALAWAN-Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Pelalawan, Riau menggelar sidang perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan terdakwa Muhammad Sarip alias Syarif. Sidang berlangsung, Kamis (26/3/2020) dengan cara telekonfrence.

Majelis hakim diketuai Bambang Setyawan SH, MH yang juga Ketua PN Pelalawan didampingi hakim anggota Rahmat Hidayat Batubara SH, MH dan Nurahmi SH, MH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan Joddy SH serta penasihat hukum terdakwa.

Baik hakim, JPU dan penasehat hukum sama-sama berada di ruang sidang Cakra PN Pelalawan. Sedangkan terdakwa berada di Rumah Tahanan Negara Sialang Bungkuk Pekanbaru. Dihubungkan secara visualisasi dan suara online melalui slide, sidang berlangsung lancar.

"Agendanya mendengarkan tanggapan JPU terhadap pledoi terdakwa, sekaligus pembacaan putusan majelis hakim," ujar Nophy Tennophero Suoth SH, MH.

Disebutkan, setelah JPU membacakan tanggapan terhadap pledoi terdakwan yang disampaikan pada sidang sebelumnya, dilanjutkan pembacaan vonis dari majelis hakim. Putusan disampaikan hakim melalui pengeras suara dan didengar terdakwa yang duduk di satu ruangan khusus melalui layar slide.

Hakim menghukum terdakwa Syarif dengan penjara selama 2 tahun dan denda Rp 1 Miliar dengan subsideR 1 bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah dibanding tuntutan JPU yang disampaikan pada persidangan sebelumnya, yakni dituntut penjara 4 tahun dan dengan Rp 1 M subsider 6 bulan kurungan. "Terdakwa menerima putusan itu, sedangkan JPU masih pikir-pikir," tambahnya.

Sidang secara telekonfrence ini digelar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Pelalawan. Sekaligus melindungi para hakim, pegawai, maupun jaksa dari penularan virus mematikan itu. 

Ketua PN Pelalawan Bambang Setyawan SH, MH membenarkan sidang via telekonfrence tersebut. Untuk memutus mata rantai pandemi corona yang menyebar di Indonesia. Selain itu pihaknya juga memantau kesehatan dan mengecek suhu tubuh para pengunjung yang datang ke areal PN Pelalawan

"Beberapa waktu lalu kita menggelar pengecekan kesehatan para tahanan, hakim, jaksa, maupun pengunjung. Bekerjasama dengan pihak puskesmas," ujar Bambang. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus