Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Penting Diketahui, Begini 5 Cara Melunasi Kredit Tanpa Agunan

Minggu, 05 April 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Kredit Tanpa Agunan (KTA) menjadi primadona masyarakat dalam memperoleh dana segar dengan waktu cepat. Namanya saja sudah jelas, tanpa agunan, berarti fasilitas pinjaman ini tidak perlu menyertakan jaminan seperti layaknya Kredit Multiguna (KMG). 

Meski pengajuannya tidak membutuhkan jaminan atau agunan berupa aset, tapi Anda tetap perlu membayar cicilan kredit hingga lunas. Apabila menunggak, Anda harus siap kehilangan harta benda atau aset berharga untuk melunasi utang. 

Kalau dilihat ini sifatnya menjebak. Jadi sebaiknya Anda betul-betul membaca dan memahami isi kontrak perjanjian ketika mengajukan pinjaman KTA. Penting diketahui, untuk menghindari utang bila tidak butuh dana mendesak, seperti biaya pendidikan anak, berobat ke rumah sakit atau kebutuhan krusial lainnya. 

Namun jika Anda sedang membutuhkan pinjaman KTA dan ingin mengajukannya, berikut cara melunasi pinjaman tersebut tanpa jaminan agar aset berharga tetap aman, seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (5/4/2020). 

1. Pastikan meminjam sesuai kebutuhan 
Produk KTA menawarkan plafon pinjaman hingga Rp 300 juta. Dengan uang sebesar itu, tentunya Anda bisa membuka usaha, membeli rumah di daerah pinggiran Jakarta, renovasi hunian, dan lainnya. 

Akan tetapi jangan mudah tergiur dengan plafon pinjaman yang besar. Pastikan bahwa Anda meminjam sesuai kebutuhan. Misalnya Anda hanya butuh dana talangan Rp 20 juta, jangan mengajukan Rp 50 juta demi berjaga-jaga kalau uang kurang. 

Pelu diingat, ada bunga menanti. Anda harus mencicil pokok utang beserta bunganya setiap bulan. Semakin besar utang Anda, makin besar pula cicilan yang harus dibayar. Jadi hitung dulu atau buat simulasi perhitungan sebelum mengajukan kredit.   

Ajukan pinjaman sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, bukan gengsi. Meminjam secara berlebihan, apalagi melampaui batas kemampuan akan berisiko terhadap keuangan Anda. Porsi ideal utang adalah maksimal 30 persen dari penghasilan. 

2. Pilih Pinjaman dengan Suku Bunga Rendah 
Pinjaman KTA bisa menyilaukan mata Anda lewat iming-iming tanpa agunan. Tapi umumnya suku bunga relatif tinggi. Bahkan ada yang mengenakan hingga 2,5 persen per bulan atau 30 persen per tahun. Karenanya, jangan salah pilih. 

Cari produk KTA yang memberikan tingkat bunga rendah agar beban cicilan pun ringan. Kalau cicilan ringan setiap bulan, Anda dapat membayarnya secara teratur sampai lunas. Dengan begitu, aset tetap aman. 

3. Cari Pinjaman dengan Tenor Singkat 
Pinjaman dengan tenor atau jangka waktu singkat biasanya memberikan bunga yang lebih rendah dibanding tenor panjang. Ini bisa jadi pertimbangan Anda dalam memilih produk pinjaman. Tenor pendek umumnya enam bulan atau satu tahun. Selain itu, dapat menghindari Anda dari risiko yang sewaktu-waktu dapat terjadi. 

Misalnya saja, Anda mengambil tenor panjang selama lima tahun. Kemudian di tahun kedua, Anda punya masalah keuangan atau mengalami krisis keuangan akibat PHK maupun kerugian usaha, sehingga tak sanggup membayar cicilan utang. Walhasil, aset Anda akan menjadi pengganti untuk melunasi utang tersebut. 

4. Disiplin Bayar Cicilan Tepat Waktu 
Saat mengajukan pinjaman KTA, negosiasikan tanggal jatuh tempo pembayaran cicilan dengan pihak pemberi kredit. Kalau mau aman, pilih waktu pembayaran yang bertepatan dengan tanggal gajian. Begitu uang masuk, bisa langsung autodebet dari rekening. Jadi Anda tak perlu repot mentransfer. 

Kalau sudah begitu, Anda tak perlu cemas lagi terhadap cicilan Anda. Pembayaran tepat waktu. Tidak akan kena denda keterlambatan dari pihak pemberi pinjaman. Karena jika Anda telat satu hari saja, biasanya ada denda yang harus dibayar. Semakin lama Anda menunggak, pinjaman akan bengkak. Kondisi ini akan mengancam aset atau harta benda di rumah. Siap-siap disita. 

5. Setop Cari Pinjaman Lain 
Saat memiliki satu kewajiban utang, jangan pernah mengambil pinjaman lain. Apalagi untuk membayar cicilan. Itu namanya gali lubang tutup lubang. Tindakan tersebut hanya akan membuat Anda terjerat utang lebih besar, sehingga mempertaruhkan aset berharga, seperti sertifikat rumah dan tanah, BPKB kendaraan, perhiasan, dan harta benda lainnya. 

Cara melunasi pinjaman satu dengan pinjaman lain sangat tidak disarankan meskipun dalam keadaan terdesak. Lebih baik Anda menggadai atau menjual harta untuk membayar pinjaman, ketimbang harus mengajukan pinjaman baru. 

Putuskan dengan Cerdas Berutang dengan mengajukan pinjaman, seperti KTA sebetulnya boleh-boleh saja. Asalkan untuk sesuatu yang produktif. Tapi Anda perlu cermat sebelum mengajukan suatu pinjaman. Putuskan dengan bijak dan cerdas agar tidak menyesal nantinya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Cermati.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus