Situs Portal Berita Riau
bintang florist
facebook twitter fokusriau on google plus
NasionalPenyatuan Zona-Waktu Picu Ekonomi Kepri Sekitarnya

Kamis, 31 Mei 2012 - 11:07:46 WIB
Penyatuan Zona-Waktu Picu Ekonomi Kepri SekitarnyaTANJUNG PINANG-Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudi Chua menilai, penyatuan zona waktu di Indonesia menjadi "Greenwich Mean Time/GMT+8 atau Waktu Indonesia Tengah" akan semakin memicu pertumbuhan ekonomi daerah setempat yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Penyatuan zona waktu tersebut, dinilai juga akan semakin menambah kemudahan bagi masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) yang selama ini sudah mengakomodir waktu Singapura atau Malaysia yang lebih dulu satu jam. "Dari segi bisnis dan perekonomian, Kepri diuntungkan dengan penggabungan zona waktu menjadi WITA. Karena tidak ada lagi perbedaan waktu dengan Singapura dan Malaysia yang diharapkan meningkatkan produktivitas bisnis dan perdagangan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi," kata Rudi Chua di Tanjung Pinang, Kamis (31/5).

Masyarakat Kepri juga akan sangat mudah menyesuaikan waktu untuk bekerja atau bisnis, karena selama ini dengan perbedaan waktu satu jam sudah membuang waktu saat melakukan perjalanan ke Singapura atau Malaysia. Dipandang dari sudut perekonomian, penggabungan zona waktu itu cukup mendesak untuk dilakukan, sesuai dengan apa yang dikemukakan para ahli dan juga pemerintah.

Namun jika dilihat dari aspek sosial budaya kemasyarakatan, menurut dia mungkin tidak terlalu mendesak karena akan sangat berpengaruh terutama dalam hal kebiasaan sosial kultural. Dalam hal ini yang terpenting adalah sosialisasi kepada masyarakat, katanya.

Dikatakan, masyarakat Kepri tidak akan kaget dan mempermasalahkan penyatuan waktu menjadi WITA atau GMT+8 itu, karena selama ini sudah terbiasa menyesuaikan untuk keperluan bisnis maupun menyaksikan siaran televisi atau berlibur ke negara tetangga itu. Hampir di setiap hotel dan sejumlah pusat perdagangan di Kepri, juga terpajang jam yang menunjukkan waktu Singapura. "Secara kultural dan geografis Kepri yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia tidak akan kaget dengan penyatuan zona waktu itu dibanding dengan daerah Indonesia bagian barat lainnya, namun saat ini masih menjadi tanda tanya apakah pemerintah serius dengan penyatuan waktu itu," paparnya.

Walaupun Kepri diuntungkan dengan penyatuan waktu itu, namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama oleh pemerintah terutama dalam hal keamanan. Contohnya, kata Rudi, jika anak-anak masuk sekolah di wilayah barat  pukul 07.00 WITA, tentu hari masih gelap dan mereka juga harus berangkat sekolah dari rumah dalam keadaan gelap sekitar pukul 05.00 WIB atau pukul 06.00 WITA. Dia berharap, itu menjadi salah satu pemikiran, agar masalah sosial budaya dan keamanan juga menjadi pertimbangan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sedang mematangkan rencana penyatuan zona waktu di Indonesia. "Tujuannya sangat positif, karena dapat menghemat triliunan rupiah selain meningkatkan kinerja," kata Hatta Rajasa di Jakarta, kemarin. Penyatuan zona waktu itu, kata Menko Perekonomian, dapat mengintensifkan komunikasi antara kawasan Indonesia Timur dengan Indonesia Barat. Hatta belum bisa memastikan apakah satu zona waktu akan ditetapkan tanggal 28 Oktober 2012. (ant)
Penyatuan Zona-Waktu Picu Ekonomi Kepri Sekitarnya



Berita terkait :


Terkini
Terpopuler




 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus