Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Perang Narkoba di Filipina Tewaskan 7.000 Orang, Duterte Merasa Belum Menang

Minggu, 13 Agustus 2017

Presiden Rodrigo Duterte. (Foto:Reuters)

DAVAO-Perang melawan narkoba di Filipina yang dikobarkan Presiden Rodrigo Duterte, telah memasuki tahun kedua dan sudah menewaskan sekitar 7.000 orang. Namun demikian, Duterte merasa belum memenangkan perang tersebut.

Dia mengakui, pemerintahannya belum bisa mengendalikan narkoba. Dia beralasan, penyebabnya adalah peralatan kurang dan medan sulit. Pengakuan itu disampaikan saat berbicara dengan staf medis di Davao City, seperti dikutip fokusriau.com dari CNN Philippines, Sabtu (12/8/2017) malam. 

Duterte mengabaikan fakta kalau masalah narkoba belum hilang di Filipina dengan berdalih bahwa negara lain juga gagal melakukannya. "Orang lain tidak bisa melakukannya. Bagaimana kita bisa? Narkoba, kita tidak bisa mengendalikannya,” kata Duterte.

Dia telah bersumpah mengalahkan para bandar narkoba setelah dilantik sebagai presiden. Karena itu, Duterte berambisi mencegah negaranya menjadi negara narkoba. Presiden yang dijuluki The Punisher atau Penghukum ini mengeluhkan kondisi medan Filipina yang memiliki garis pantai yang panjang sebagai tantangan berat dalam perang melawan narkoba.

Menurutnya, sulit melindungi pantai Filipina dan pulau-pulau yang berdekatan, dari perdagangan obat terlarang. ”Kami tidak memiliki peralatan. Dan Anda sebuah garis pantai,” katanya.

Sebelumnya, Duterte mengaku, masalah narkoba tak bisa mudah diselesaikan oleh satu orang meski itu presiden sekalipun. "Dengar, obat-obatan terlarang dan lain-lain tidak dapat dipecahkan oleh satu orang untuk satu presiden untuk satu masa jabatan,” katanya pada sebuah forum bisnis.

Duterte kemudian membandingkan situasinya dengan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) yang menurutnya lebih buruk. "Amerika dikepung narkoba. Mereka jauh lebih buruk dari kita. Tntu saja mereka tidak mengakuinya,” ujarnya mengklaim kalau Presiden Donald Trump telah menyalin bahasanya tentang penyalahgunaan narkoba.

"Sampai sekarang, saya bilang mereka melawan perang tak berguna yang tidak pernah berakhir. Dan bagian yang menyedihkan dari itu adalah bahwa sebagian besar narkoba  disediakan oleh tetangga mereka yang baik,” imbuhnya. (sdn/boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus