Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Otomotif

Peraturan STNK 2 Tahun Mati Kendaraan Jadi Bodong Mulai Berlaku

Kamis, 16 Januari 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Kepolisian Republik Indonesia resmi memberlakukan pemblokiran regident (registrasi dan identifikasi) kendaraan bermotor yang STNK-nya sudah 2 tahun mati. Alhasil, kendaraan menjadi bodong bila telah diblokir.

Kebijakan ini masih terus dalam sosialisasi dan sudah dilakukan sejak akhir 2018. Tapi, akhir 2019, kebijakan tersebut mulai disebar kepada seluruh Polda di Indonesia.

Untuk Polda Metro Jaya, saat ini sudah melakukan penghapusan beberapa data kendaraan bermotor atas permintaan. Aturan penghapusan regident ranmor ini tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 74 ayat 1 , 2 dan 3 sebagai berikut:

(1) Kendaraan Bermotor yang telah diregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat 1 dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor atas dasar;
a. permintaan pemilik kendaraan bermotor, atau
b. pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan registrasi kendaraan bermotor.

(2) Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b, dapat dilakukan jika.
a. Kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan lagi, atau
b. Pemilik kendaraan bermotor tak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (5 tahunan).

(3). Kendaraan bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali.

Prosedur Penghapusan Indentitas STNK
Tiga bulan sebelum berakhirnya waktu dua tahun tersebut, maka akan diberikan surat peringatan pertama untuk waktu satu bulan sejak diterimanya surat peringatan melakukan registrasi dan identifikasi perpanjangan.

Apabila pemilik kendaraan tidak melakukan perintah dalam peringatan pertama, diberikan surat peringatan kedua untuk jangka waktu satu bulan.

Apabila pemilik kendaraan motor tidak memberikan jawaban atas peringatan kedua, maka diberikan surat peringatan ketiga dalam waktu satu bulan sejak diterimanya peringatan ketiga melaksanakan registrasi kendaraan motor dan penempatan kendaraan bermotor masuk dalam daftar penghapusan sementara.(*)
 
 
 

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: 100kpj.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus