Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Pernah Diminta Buatkan Bom, Terduga Teroris di Kampus UR Miliki Benang Merah dengan JAD Riau

Senin, 04 Juni 2018

Densus 88 menyisir Kampus UR. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Salah satu terduga teroris yang diamankan di Kampus Bina Widya Universiyas Riau (UR), Sabtu kemarin, ternyata memiliki kaitan dengan pelaku teroris yang menyerang Mapolda Riau, beberapa waktu lalu. Terduga berinisial Z yang diamankan akhir pekan lalu, ternyata pernah menolak permintaan Amir Jamaah Ansyorud Daullah (JAD) Riau Pak Ngah untuk dibuatkan bom.

Pak Ngah merupakan satu dari empat orang yang menyerang Mapolda Riau menggunakan senjata tajam. Dia kemudian tewas ditembak aparat kepolisian. Z sendiri ternyata tidak memenuhi keinginan pak ngah, karena sedang ada kegiatan lain. Sehingga permintaan bom sang Amir tidak dipenuhinya.

"Ada benang merah antara Z dengan pelaku yang dilumpuhkan di Polda Riau, yaitu ketuanya pak Ngah. Dia pernah memesan Bom kepada Z, namun dijawab dia ada agenda lain sehingga permintaan belum dipenuhi," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto kepada wartawan, Senin (4/6/2018).

Dikatakan, terduga Z kini sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Sementara kedua rekannya, D dan OS alias K masih berstatus sebagai saksi. "Perkembangan terakhir satu ditetapkan sebagai tersangka, Z. Dua lagi sebagai saksi. Tidak menutup kemungkinan akan menjadi tersangka," tambah Sunarto.

Tiga terduga teroris yang diamankan di kampus UNRI diketahui juga merupakan alumni FISIP UR. Di antaranya D dari jurusan Administasi Publik angkatan 2002, K dari jurusan Komunikasi angkatan 2004, dan Z Ilmu Pariwisata angkatan 2005.

Mereka ada yang berasal dari Kampar, Inhu dan ada yang tinggal di sekitar kampus. "Kita sudah memperoleh data awal yang akurat (terkait aktivitas ketiganya). Sudah dua minggu ini dilakukan pengintaian. Rencana Jumat akan ditangkap, tapi karena tidak memungkinkan, baru Sabtu ini dilakukan penangkapan," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Nandang.

Bahkan, menurut Kapolda, empat bom siap ledak turut diamankan. Rencananya akan diledakkan di kantor DPRD Provinsi Riau dan DPR RI. Daya ledak bom ini sendiri kata Kapolda, diperkirakan setara dengan bom yang diledakkan oleh terduga teroris di salah satu gereja di Surabaya.

"Yang merakit yang jurusan pariwisata. Dia yang mengajarkan bagaimana merakit bom melalui Instagram, dia juga mengajak untuk melaksanakan amaliyah, melakukan bom bunuh diri," sebut Kapolda.

Berdasarkan keterangan pelaku, lanjut Nandang, bom tersebut rencananya akan diledakkan di kantor DPRD Riau dan DPR RI. "Kita belum tau kapan mau diledakkan oleh pelaku sementara masih kita dalami motifnya," ujar Nandang.

Sementara itu, Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi mengaku sangat menyayangkan sekali terkait adanya terduga teroris yang ditangkap di lingkungan kampus. "Selama ini tidak ada hal yang mencurigakan selama ini. Apalagi yang kegiatannya mengarah ke aksi terorisme. Kami civitas akademika sangat mengutuk ini," kata Aras yang turut hadir dalam kegiatan konferensi pers di Mapolda Riau, Sabtu malam didampingi Dekan FISIP UR Syafri Harto.

Aras melanjutkan, pihaknya sangat tidak mentolerir adanya kegiatan aktivitas berbau terorisme semacam ini. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Densus 88 dan Polda Riau yang sudah bergerak cepat untuk menangkap para terduga teroris yang ternyata ada di lingkungan kampus tersebut. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus