Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pokok Pikiran

Pernikahan Dini

Minggu, 20 September 2015

Pernikahan dini. (Foto:Int)

Oleh: Siti Masitah, M.Pd
 
Fenomena yang sering kita jumpai pada lingkungan saat ini adalah orang tua remaja atau mereka yang masih di usia dini sudah menjadi orang tua. Orang tua remaja adalah orang tua yang masih berusia remaja namun telah memiliki kewajiban sebagi orang tua, hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor dan hal yang menjadikan mereka menjadi orang tua remaja dimana semestinya mereka masih menikmati masa remajanya. 

Salah satu penyebabnya, keterjebakan mereka dalam pergaulan bebas pada usia sekolah dan jatuh kedalam perbuatan terlarang sehingga ‘terpaksa’ menjadi orang tua yang sebelum saatnya mereka jalani. Hal ini sering terjadi akibatkan lemahnya kontrol dari orang tua mereka dan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan mereka yang bebas. Menjadi orang tua remaja adalah suatu peran yang amat sulit.

Berdasarkan data yang diambil disalah satu media menunjukkan, wanita Indonesia rata-rata menikah pada usia 19 tahun sampai usia 24 tahun. Selanjutnya wanita Indonesia yang menikah pada usia remaja 15-18 tahun terjadi peningkatan sampai 10 persen. 

Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, di Jakarta, Selasa (12/9/2015) lalu mengatakan, kondisi berbeda terjadi pada laki-laki. Persentase pemuda yang menikah pada usia 15-19 tahun hanya berkisar 1,4 persen saja dimana artinya pernikahan dini banyak terjadi pada kaum wanita dan lebih sedikit hal ini terjadi pada kaum pria.

Melihat dari data tersebut kita menjadi prihatin, karena banyak sekali efek negative dari orang remaja tersebut. Dari segi fisik, orang tua remaja sudah pasti belum mencapai kematangan  fisik dan psikologis hingga resiko-resiko kesehatan yang membahayakan nyawa akan mengintai kedua orang tua remaja tersebut.

Dari segi pendidikan, pernikahan disi sangat mengganggu pada pendidikan mereka dimana saat pendidikan yang mereka jalani belum terselesaikan namun mereka sudah harus menjadi seorang orang tua pada saat usia dini tersebut. Namun kalau kita telaah jauh kedepan, apabila seorang ibu atau bapak yang pendidikan mereka sudah terkendala dan sampai putus ditengah jalan maka akan berakibat hal itu bisa juga terjadi pada anak mereka kelak.

Dari segi psikologis, tentu saja sudah biasa kita tebak apa yang akan terjadi pada kehidupan pernikahan orang tua remaja yang waktu bermain mereka sudah berubah menjadi tanggung jawab besar untuk mempertahankan rumah tangga serta membesarkan anak-anak mereka dan mempertahan keutuhan rumah tangga yang lebih cendrung labil bagi para pelaku pernikahan dini.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, sebagai remaja yang sedang getol-getolnya meraih masa depan, alangkah baiknya kita mencegah sebelum terjadi. (***)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus