Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Sumbar

Pertahankan Bareh Solok, Wagub Sumbar: Jangan Biarkan Areal Pesawahan Jadi Bangunan

Senin, 29 Juni 2020

Wagub Sumbar Nasrul Abit dan rombongan saat Panen Raya di Sawah Solok, Senin (29/6/2020). (Istimewa)

Bareh Solok bareh tanamo 
Bareh Solok lamak rasonyo 

Demikian antara lain lirik lagu ‘Bareh Solok’ ciptaan Nuskan Syarief, dan dipopulerkan penyanyi Minang legendaris Ernie Djohan dan Elly Kasim.

Lirik lagu tersebut agaknya tidak berlebihan. Ya, bareh (beras) Solok memang terkenal akan kelezatannya. Bahkan tidak hanya terkenal di seantero ranah Minang, kelezatannya juga diakui ke seluruh nusantara, bahkan Negeri Jiran. 

Tapi tak dipungkuri, seiring dengan kepesatan pembangunan, keberadaan bareh Solok bisa saja terancam. Apalagi, letaknya yang strategis untuk perumahan dan pertokoan, dan pergudangan. 

Agar hal yang dikhawatirkan itu sampai terjadi, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menekankan Pemerintahan Kota Solok tetap mempertahankan areal persawahannya supaya ikon Kota Solok sebagai Kota Beras tetap terjaga.

“Kita berharap sawah yang ada ini, jangan lagi dijadikan perumahan dan gedung, karena Solok sangat terkenal dengan berasnya. Sayang kalau lahannya dijadikan bangunan. Saya minta Pemko Solok bisa menjaganya, agar Solok tetap Kota beras,” tegas Nasrul Abit pada Panen Raya Tanaman Padi Solok (Tapaso) dengan sistim Jajar Legowo (Jarwo)  di Sawah Solok, Senin (29/6/2020).

Tapaso  dengan sistim Legowo Jarwo merupakan sebuah sistem penanaman padi yang dilakukan dengan pengaturan jarak. Sistem ini telah terbukti menuai hasil yang meningkat dibanding cara tanam dengan sistem tradisional. Secara global hasil panen masyarakat petani meningkat hingga lima  sampai 15 ton per sekali panennya. 

Staf Ahli Wali Kota Solok, Alkaf menyebutkan, terkait dengan upaya dalam mempertahankan icon Kota Solok tersebut agar tidak tergores oleh pesatnya pembangunan, Wali Kota Solok telah mengeluarkan peraturan daerah (Perda) dan sangat mengikat.  

Selain melakukan panen bersama, Wakil Gubernur Nasrul Abit juga mempraktekkan alat panen multifungsi combine harvester, menebar pakan ikan di irigasi Pokwasmas setempat dan meninjau penerapan Budikdamber (Budidaya Ikan Dalam Ember) di Rusunawa Kampung Jawa Kota Solok. (*)



 

Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus